Bupati Ponorogo Perbarui Konsep Grebeg Suro 2025 Janji Tampil Lebih Kekinian, Ada Video Lighting dan Koleksi Keris Raksasa
PONOROGO (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Kritikan soal Grebeg Suro yang dianggap monoton ternyata sampai ke telinga Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Tak ingin acara tahunan terbesar di Bumi Reog kehilangan greget, Kang Giri –sapaan akrabnya– berjanji melakukan pembenahan besar. Pasalnya, gelaran dua tahun terakhir menunjukkan tren penurunan pendapatan. Jika pada 2023 mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp 420 juta, tahun lalu merosot tajam. Pajak penonton hanya menyumbang Rp 35 juta dan retribusi pedagang Rp 14 juta.
Kang Giri mengakui masyarakat mulai jenuh dengan format acara yang terkesan diulang tanpa inovasi. ‘’Memang ada yang sama tiap tahun, tapi agar tidak monoton tahun ini kami kemas sedikit berbeda,’’ ujarnya, kemarin (15/6/2025).
Salah satu perubahan mencolok ada pada konsep upacara pembukaan, Festival Reog Remaja (FRR) XXI, dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXX. Pertunjukan bakal dikombinasikan dengan teknologi video lighting dan sentuhan digital. Bahkan, latar panggung yang semula hitam kini diganti putih demi menyesuaikan tren visual kekinian. ‘’Tapi tetap tidak meninggalkan kesan budaya,’’ tambah Kang Giri.
Perombakan juga dilakukan pada acara lain. Pameran keris, misalnya, tahun ini melibatkan lebih banyak kolektor pusaka dari berbagai daerah. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)
