Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

DPUPR Kabupaten Madiun Siap Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Nglames


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Madiun ditargetkan berjalan sesuai rencana. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Madiun menyatakan siap mendukung penyediaan infrastruktur pendukung agar pelaksanaan proyek tidak menimbulkan dampak lingkungan maupun gangguan aktivitas masyarakat sekitar.


Kepala DPUPR Kabupaten Madiun Boby Saktia Lubis mengatakan, dukungan infrastruktur akan diberikan sesuai kebutuhan di lapangan meski saat ini masih dalam tahap pra-perencanaan. “Mungkin nanti setelah pembangunan SR ini berjalan ada beberapa bangunan pendukung yang kami support meski saat ini masih dalam pra-perencanaan,” ungkap Boby.


Salah satu fokus dukungan yang disiapkan DPUPR adalah pembangunan saluran air. Lokasi pembangunan SR di Kelurahan Nglames diketahui berada di area bekas tampungan air hujan. Karena itu, pengaturan drainase dinilai krusial agar aliran air dapat diarahkan langsung ke sungai dan tidak menimbulkan genangan. “Dari hasil sosialisasi, warga menyampaikan kebutuhan saluran. Ini yang nanti bisa kami support supaya tidak menimbulkan genangan,” terangnya.


Selain drainase, DPUPR juga memberikan masukan teknis terkait pengaturan lalu lintas selama masa pembangunan. Boby Saktia Lubis menekankan pentingnya pemisahan jalur masuk dan keluar kendaraan proyek untuk meminimalkan potensi kemacetan, khususnya di ruas Jalan Gajah Mada yang diperkirakan akan dilintasi kendaraan berat secara intensif. “Harapan kami akses masuk dan keluar dibedakan. Ini untuk mengurangi potensi kemacetan,” katanya.


Terkait potensi kerusakan jalan akibat tonase kendaraan proyek yang melebihi kelas jalan, Boby menyebut ruas tersebut merupakan aset kabupaten. DPUPR berharap adanya komitmen dari pihak pelaksana proyek, PT Brantas Abipraya, untuk melakukan perbaikan setelah pekerjaan rampung. “Mudah-mudahan setelah pekerjaan selesai, jalan bisa diperbaiki kembali oleh pihak pelaksana,” imbuhnya.


Boby Saktia Lubis memaparkan, pembangunan SR di Kelurahan Nglames menelan anggaran hampir Rp 200 miliar dengan luasan lahan sekitar 5,8 hektare. Di atas lahan tersebut akan dibangun sekitar 25 massa bangunan yang meliputi ruang kelas SD, SMP, SMA, hingga asrama siswa. Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu delapan bulan agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru. “Ini proyek besar dan dikerjakan kontraktor BUMN yang profesional. Targetnya delapan bulan sudah bisa dimanfaatkan,” pungkasnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)

IKLAN

Recent-Post