Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

PT Brantas Abipraya Tender Proyek Sekolah Rakyat Jatim Barat Tetapkan Nglames Sebagai Head Office (HO)


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Kelurahan Nglames, Kabupaten Madiun, dipastikan menjadi pusat kendali pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di wilayah Jawa Timur bagian barat. PT Brantas Abipraya, selaku pemenang tender sekaligus pelaksana proyek strategis nasional tersebut, menetapkan Nglames sebagai head office (HO) selama masa pengerjaan.


Penempatan kantor pusat proyek di Nglames dinilai strategis karena menjadi titik tengah pengendalian pembangunan SR di empat daerah, yakni Kabupaten Madiun, Nganjuk, Ngawi, dan Pacitan. “PT Brantas Abipraya memang pemenang paket wilayah barat dan selama proyek berlangsung akan berkantor di Kelurahan Nglames,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun Supriyadi.


Menurut Supriyadi, keberadaan HO di Nglames akan memudahkan koordinasi teknis lintas daerah. Mobilitas tim proyek menuju seluruh lokasi pembangunan dinilai lebih efisien dan terukur. “Koordinasi ke Pacitan, Nganjuk, atau Ngawi relatif sama-sama terjangkau dari sini,” terangnya.


Dengan beroperasinya kantor pusat proyek tersebut, aktivitas di Kelurahan Nglames dipastikan meningkat. Mulai dari lalu lintas kendaraan proyek, pergerakan alat berat, hingga intensitas rapat dan koordinasi teknis harian. Hal senada disampaikan Tim Teknis Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim II Kementerian PUPR Wilayah IV Surabaya, Betania Mahendrayu. Ia membenarkan bahwa HO proyek SR Jatim II berada di wilayah Madiun. “HO di Madiun itu murni keputusan internal PT Brantas Abipraya untuk efektivitas pengendalian proyek,” jelas Betania, yang akrab disapa Betania Mahendrayu.


Betania Mahendrayu menambahkan, proyek pembangunan Sekolah Rakyat Jatim II secara kontrak telah dimulai sejak 23 Desember 2025 dan ditargetkan rampung 19 Agustus 2026. Nilai kontrak keseluruhan mencapai Rp 911 miliar untuk empat lokasi pembangunan. Khusus di Kelurahan Nglames, SR dibangun di atas lahan seluas 5,8 hektare. Total terdapat 25 unit bangunan, meliputi gedung pendidikan SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, lapangan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)

IKLAN

Recent-Post