NGAWI (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Keberadaan Pasar Jajal Wae di Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, memberikan dampak ekonomi tambahan bagi warga desa setempat. Pasar yang digelar rutin setiap Ahad Pon atau Minggu Pon tersebut menjadi ruang usaha bagi masyarakat lokal untuk menjual kuliner tradisional.
Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Girikerto, Titik Nuryani, mengatakan seluruh pedagang Pasar Jajal Wae berasal dari warga Desa Girikerto. Sejak pertama kali digelar pada Juli 2023, jumlah pedagang Pasar Jajal Wae terus bertambah dari 17 menjadi 28 pedagang. "Kami memang memprioritaskan warga desa sini dulu, karena memang tujuannya mengangkat perekonomian warga desa," tuturnya, Minggu (11/1/2026) lalu. Pertambahan pedagang tersebut seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung pada setiap gelaran pasar.
Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Girikerto, Titik Nuryani, menyampaikan lonjakan pengunjung biasanya terjadi pada momen libur akhir tahun dan Idul Fitri. "Pada periode tersebut, pengunjung sampai ratusan. Sampai full di sini," tambahnya. Ramainya pengunjung turut berdampak pada perputaran ekonomi di kawasan sekitar pasar. “Dengan ramainya Pasar Jajal Wae ibu-ibu Desa Girikerto juga mendapat pendapatan lebih. Pedagang baik di pasar maupun lingkungan sekitar Sumberkoso juga ramai pengunjung. Adanya pasar ini banyak memberikan dampak positif bagi perekonomian Girikerto,” ujarnya.
Meski demikian, Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Girikerto, Titik Nuryani, menyampaikan pengelola Pasar Jajal Wae membatasi jumlah pedagang yang dapat bergabung dalam pasar. Keterbatasan lokasi menjadi pertimbangan agar kegiatan pasar tetap tertata dan tidak mengganggu kenyamanan pengunjung. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh RRI Madiun. (KR-YUN/AS)

