Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Bupati–Wabup Madiun Gelar Sahur Bersama Sekaligus Refleksi Setahun Kepemimpinan


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Memasuki hari kedua bulan suci Ramadan, Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi menggelar sahur bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Madiun. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Muda Graha, Jum’at dini hari (20/2/2026) . Sahur bersama itu diikuti Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan sekretaris camat. Momentum tersebut sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Madiun (20 Februari 2025 – 20 Februari 2026).



Dalam sambutannya, Bupati Madiun memaparkan sejumlah capaian penting selama satu tahun kepemimpinannya. Mulai dari capaian indikator makro pembangunan daerah, pelaksanaan program strategis Presiden yang dilaporkan secara berkala, deretan prestasi Kabupaten Madiun sepanjang 2025 hingga Januari 2026, program Bahana Bersahaja, hingga berbagai program unggulan Pemkab Madiun lainnya. Pada kesempatan itu pula, Bupati dan Wakil Bupati Madiun bersama Pj Sekda menyerahkan buku berjudul Mendaratkan Asta Cita di Kabupaten Madiun kepada para asisten dan kepala OPD. Penyerahan buku tersebut disertai pemotongan tumpeng sebagai penanda satu tahun kepemimpinan.



Buku tersebut memuat visi nasional dalam konteks pembangunan daerah Kabupaten Madiun yang disusun dalam sepuluh bab. Isinya mengombinasikan program Asta Cita Presiden dengan program Pemkab Madiun agar berjalan selaras dan linear. Buku itu diharapkan menjadi referensi bagi seluruh OPD dalam menyusun program kerja serta inovasi kebijakan ke depan. “Buku ini merupakan hasil diskusi kami, termasuk saat mengikuti Lemhannas. Di dalamnya kami padukan Asta Cita Presiden dengan program daerah, terutama pada penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan transformasi digital pelayanan publik yang benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Madiun.



Usai acara, Bupati Madiun menyampaikan bahwa refleksi satu tahun kepemimpinan menjadi sarana evaluasi bersama. Selama periode tersebut, Kabupaten Madiun telah meraih 28 penghargaan dari pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Meski demikian, pihaknya mengaku belum sepenuhnya puas. “Refleksi ini menjadi bahan pertimbangan teman-teman OPD agar ke depan bisa lebih baik lagi. Kita akan terus evaluasi dan menyesuaikan program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat supaya target yang ditetapkan bisa tercapai,” tegasnya. 


Salah satu fokus evaluasi ke depan adalah penurunan angka kemiskinan. Saat ini, angka kemiskinan Kabupaten Madiun masih berada di atas rata-rata provinsi. Pemkab Madiun menargetkan penurunan signifikan dengan fokus pada wilayah lokus kemiskinan seperti Kecamatan Saradan, Pilangkenceng, dan Gemarang. 



Sebagai langkah konkret, Pemkab Madiun juga menggulirkan program Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi masyarakat desil 1 dan 2. Pembangunan Sekolah Rakyat di Nglames telah dimulai dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran mendatang, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK dengan kapasitas sekitar 1.200 siswa. “Begitu anak-anak dari keluarga tidak mampu masuk Sekolah Rakyat, seluruh kebutuhan hidup dan pendidikannya ditanggung pemerintah. Otomatis mereka keluar dari kategori miskin. Ini salah satu upaya nyata pengentasan kemiskinan,” jelasnya.



Adapun tantangan utama selama satu tahun kepemimpinan, lanjutnya, adalah menyatukan berbagai pemikiran dan memastikan kolaborasi antar-OPD berjalan harmonis. “Kuncinya kejujuran dan evaluasi. Kalau salah harus berani mengakui dan segera kembali ke jalan yang benar. Dengan begitu, kolaborasi bisa berjalan baik dan pembangunan daerah semakin optimal,” pungkasnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Madiun. (KR-FEB/AS)

IKLAN

Recent-Post