Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Rest Area Pajaran di Perbatasan Kabupaten Madiun Berpulang Jadi Titik Pendaratan Paralayang Lintas Alam


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Peribahasa sekali dayung dua tiga pulau terlampaui pantas disematkan untuk rencana pembangunan Rest Area Pajaran di perbatasan Kabupaten Madiun dan Nganjuk. Tak sekedar membuka potensi ekonomi dan wisata pendatratan wisata olahraga ekstrem paralayang lintas alam. Peluang itu muncul karen alokasi Rest Area Pajaran masih berada dalam jarak terbang dari Bukit Watubayang, Desa Klangon, Kecamatan Saradan. "Kalau lintas alam mungkin bisa," ujar Pelatih Cabor Paralayang Kabupaten Madiun, Titin Yuliana.


Titin Yuliana menjelaskan, jalur terbang dari Bukit Watubayang menuju Rest Area Pajaran memiliki potensi panorama alam yang menarik. Atlet maupun wisatawan paralayang dapat menikmati pemandangan perbukitan, hamparan persawahan, hingga jalur tol dan rel kereta api dari udara. "Kalau jalur ini bisa dikembangkan, pemandangannya sangat lengkap dan menarik," jelasnya.


Namun demikian, pengembangan paralayang lintas alam tidak bisa dilakukan sembarangan. Sejumlah aspek teknis harus dikaji mendalam, terutama kondisi angin, cuaca, hingga ketinggian terbang yang aman bagi penerbangan. Selain itu, kesiapan peralatan dan standar keselamtan menjadi fokus utama. " Kalau lintas alam perlu lihat angin, cuaca, alat dan ketinggian yang cukup," tambah Titin.


Menurutnya, jarak antara Bukit Watubayang dan lokasi Rest Area Pajaran diperkirakan mencapai sekitar 20 kilometer. Jarak tersebut masih memungkinkan ditempuh untuk lintas alam paralayang, selama didukung cuaca stabil dan arah angin yang sesuai. Kajian teknis dan simulasi penerbangan nantinya menjadi penetu kelayakan jalur tersebut. "Secara jarak masih memungkinkan, tapi tetap harus melalui kajian terknis," terangnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)

IKLAN

Recent-Post