Target Layanan MBG 100 Persen, Ngawi Andalkan Sinergi Pusat dan Daerah
NGAWI (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Pemerintah Kabupaten Ngawi menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat menghadiri Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola MBG serta Pengawasan dan Pemantauan SPPG yang diselenggarakan Badan Gizi Nasional RI di Hotel Mercure Madiun, Senin (09/02/2026) lalu.
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko (Antok) dalam paparannya menyampaikan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga berdampak pada penguatan ekonomi daerah, khususnya bagi wilayah penghasil bahan pangan seperti Ngawi, Madiun, dan Magetan. Selain itu, sinergi dengan program prioritas nasional, termasuk rencana operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dinilai akan memperkuat ekosistem pelaksanaan MBG ke depan.
Dari sisi peran pemerintah daerah, Pemkab Ngawi terus mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dengan tetap menjaga standar. Upaya tersebut juga dibarengi pelatihan bagi relawan guna memastikan distribusi pangan bergizi berjalan sesuai ketentuan. “Tentu kami akan terus support. Baik dari percepatan SLHS, pelatihan relawan, hingga fasilitasi titik operasional SPPG/SPBG agar cakupan penerima manfaat MBG bisa segera 100 persen di Kabupaten Ngawi,” ujar Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko (Antok).
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko (Antok) menambahkan, dari total 107 satuan pelayanan yang direncanakan, sebanyak 60 SPPG telah terbentuk dan 42 di antaranya sudah beroperasi. Capaian ini diharapkan mampu menjangkau balita, ibu hamil dan menyusui, anak sekolah hingga lansia.
Menurutnya, keberhasilan MBG juga berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta percepatan penanggulangan kemiskinan daerah. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang, Direktur Sistem Pemenuhan Gizi BGN, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II, Wakil Walikota Madiun Bupati Madiun, Wakil Bupati Magetan, Forkopimda, serta seluruh stakeholder ekosistem penyediaan pangan bergizi di wilayah Madiun Raya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Ngawi. (KR-YUN/AS)

