Warga Diimbau Tak “Ngabuburit” di Rel KA Daop 7 Madiun Tegaskan Sanksi Pidana Menanti Pelanggar
MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) – Menjelang bulan suci Ramadan dan meningkatnya aktivitas masyarakat saat menunggu waktu berbuka puasa, (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mengeluarkan imbauan tegas agar warga tidak beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api.
FENOMENA ngabuburit di sepanjang rel dinilai berbahaya dan berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta api. Apalagi, frekuensi perjalanan KA akan meningkat menjelang masa angkutan Lebaran.
MANAGER Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan, pihaknya mencermati adanya kecenderungan masyarakat berkumpul di sekitar jalur rel, terutama setelah sahur dan menjelang waktu berbuka. Kondisi tersebut kerap terjadi saat masa libur sekolah di awal dan akhir Ramadan. “Jalur kereta api bukan tempat untuk aktivitas selain operasional perkeretaapian. Itu merupakan zona bahaya yang harus steril dari kerumunan masyarakat,” tegasnya, Kamis (26/2).
MENURUT dia, selain berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa, aktivitas di rel juga melanggar aturan hukum. Larangan tersebut telah diatur dalam Pasal 181 ayat (1) disebutkan, setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret atau meletakkan barang di atas rel, serta menggunakan jalur KA untuk kepentingan lain di luar angkutan kereta api.
SEMENTARA itu, Pasal 199 mengatur sanksi bagi pelanggar berupa pidana penjara maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp 15 juta.
SEBAGAI langkah pencegahan, KAI Daop 7 Madiun meningkatkan patroli di titik-titik rawan yang sering dijadikan lokasi berkumpul warga. Sosialisasi juga digencarkan ke sekolah dan komunitas di sekitar jalur rel. “Kami mengajak masyarakat ikut menjaga keselamatan bersama. Jika melihat aktivitas berbahaya di sekitar rel, segera laporkan kepada petugas,” ujarnya.
TOHARI berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman dan nyaman tanpa mengambil risiko di jalur kereta api. Terlebih, memasuki periode angkutan Lebaran, intensitas perjalanan KA akan semakin padat.
“Kami ingin memastikan perjalanan kereta api berlangsung selamat, aman, dan tertib. Dukungan masyarakat sangat kami harapkan,” pungkasnya.
(KR - Agung Marsudi)



