MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun menyalurkan bantuan sosial senilai Rp 50 juta kepada para guru ngaji di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk bingkisan Ramadan dan Idul Fitri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
PENYALURAN bantuan dilakukan sebagai bentuk kepedulian KAI dalam memuliakan bulan suci Ramadan sekaligus menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah. Program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Bina Lingkungan yang berfokus pada dukungan masyarakat di wilayah Ponorogo dan sekitarnya.
MANAGER Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan untuk memberikan dampak sosial langsung kepada masyarakat. “Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam pengelolaan sosial perusahaan. Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penyedia layanan transportasi, tetapi juga menunjukkan kepedulian kepada para pejuang pendidikan Al-Qur’an,” ujarnya, Senin (9/3).
BANTUAN diserahkan secara simbolis oleh manajemen KAI Daop 7 Madiun dan diterima perwakilan pondok pesantren, Ustadz Dr. Riza Ashari, M.Pd.
MENURUT Tohari, program tersebut juga menjadi bentuk apresiasi kepada para guru ngaji yang telah berperan penting dalam pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
SELAIN itu, bantuan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para guru ngaji menjelang perayaan Idul Fitri. Program ini sekaligus memperkuat sinergi antara BUMN dengan lembaga pendidikan Islam. “KAI berupaya menjaga keseimbangan antara kegiatan operasional perusahaan dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Melalui program ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan berbagi tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional KAI Daop 7 Madiun. (KR - Agung Marsudi)

