BUMDes Desa Klumpit Kembangkan Bioflok Ikan Nila, Wujudkan Program Ketahanan Pangan Nasional
PROGRAM budidaya bioflok ikan nila tersebut resmi dimulai pada 8 Januari 2026 dan saat ini masih dalam tahap pemeliharaan. Sesuai perencanaan, panen perdana ditargetkan berlangsung setelah masa budidaya lima bulan, yakni pada Mei 2026. Hingga saat ini, perkembangan ikan nila menunjukkan pertumbuhan yang baik meski belum memasuki masa panen.
KEPALA Desa Klumpit Sugiyono menjelaskan bahwa pemilihan budidaya ikan nila dengan metode bioflok didasarkan pada pertimbangan efisiensi lahan serta kemudahan pengelolaan. Menurutnya, ikan nila tidak membutuhkan area yang luas dan relatif mudah dibudidayakan oleh pengelola BUMDes, sehingga dinilai cocok sebagai program ekonomi produktif desa yang berkelanjutan.
IA juga menyampaikan antusiasme tinggi terhadap program ketahanan pangan desa yang merupakan bagian dari kebijakan nasional pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan desa sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat Desa Klumpit.
DIREKTUR BUMDes Klumpit, Mahayu Kusuma, memimpin langsung pelaksanaan program budidaya tersebut. Untuk menunjang operasional, lokasi bioflok ikan nila memanfaatkan lahan milik warga setempat melalui sistem sewa, sehingga turut memberikan dampak ekonomi tambahan bagi masyarakat. Pemerintah desa berharap program ini dapat menjadi contoh pengembangan usaha desa berbasis ketahanan pangan yang produktif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara nyata. (KR - Saiful Arif)


