Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Kelompok Tani LMPSDH KPH Madiun BKPH Dungus Ngudi Waluyo Terus Perkuat Produksi Pertanian Rakyat



MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Program pemberdayaan petani hutan di bawah naungan LMPSDH KPH Madiun, BKPH Dungus Ngudi Waluyo menunjukkan perkembangan signifikan. Lembaga ini menaungi 10 kelompok tani hutan yang tersebar di wilayah Dungus Barat, Dungus Timur, Termulus, Mutih, Magersari, Maron, Kleco, Cemer, serta dua kelompok di Wungu Timur. Total terdapat 294 anggota yang aktif mengelola lahan dan melakukan berbagai aktivitas produksi pertanian di kawasan tersebut.


PARA petani hutan di bawah koordinasi LMPSDH ini memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui kegiatan budidaya tanaman pangan. Komoditas utama yang saat ini dikembangkan ialah jagung dan ketela pohon, yang dinilai sesuai dengan kondisi tanah wilayah BKPH Dungus serta memiliki nilai ekonomi yang stabil di tingkat lokal maupun regional.



LAHAN yang dikelola oleh sepuluh kelompok tersebut mencapai kurang lebih 400 hektare, menjadikannya salah satu kawasan produksi pangan terbesar yang berada dalam binaan Perhutani di wilayah Madiun. Pengelolaan lahan dilakukan secara swadaya dengan sistem kemitraan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar hutan.


NAMUN demikian, para petani juga menghadapi tantangan penting terkait masa kelola lahan. Berdasarkan aturan kerja sama, lahan tersebut memiliki jangka pengelolaan selama empat tahun, sehingga kelompok tani berharap ada kepastian keberlanjutan agar produksi tidak terhenti dan pendapatan masyarakat tetap terjaga. Kejelasan ini menjadi harapan besar demi menjaga stabilitas pangan serta ekonomi lokal.



BENDAHARA kelompok tani hutan, Bapak Wijianto, menegaskan bahwa para anggota sangat berharap adanya perhatian dan pendampingan berkelanjutan. “Kami ingin tetap bisa mengelola lahan secara legal dan berkesinambungan, karena dari sinilah masyarakat menggantungkan kebutuhan ekonomi,” ujarnya. Dengan semakin kuatnya peran kelompok tani hutan di bawah LMPSDH, diharapkan sektor pertanian rakyat terus menjadi penopang kesejahteraan masyarakat sekitar hutan di wilayah Dungus. (KR - Saiful Arif)

IKLAN

Recent-Post