Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Perkuat Sektor Ekonomi, Pemkab Madiun Dorong Hilirisasi Produk Jagung Bernilai Tinggi di Desa Sidomulyo Wonoasri


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Pemerintah Kabupaten Madiun terus memperkuat sektor ekonomi kerakyatan melalui program hilirisasi dan industrialisasi produk olahan jagung menjadi produk bernilai tinggi. Kegiatan tersebut digelar di Kantor Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Selasa (7/4/2026) lalu, dan dihadiri langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto.


Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah, khususnya jagung, yang selama ini menjadi salah satu hasil pertanian terbesar di Kabupaten Madiun.



Dalam sambutannya, Bupati Madiun menyampaikan bahwa hilirisasi merupakan strategi utama pembangunan ekonomi daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Jagung tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi harus mampu diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti keripik jagung, sari jagung, cookies, hingga krupuk jagung. Inilah bentuk nyata penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal”, ujar Hari Wuryanto.


Menurutnya, berdasarkan data tahun 2025, realisasi panen jagung di Kabupaten Madiun mencapai 8.096 hektare, menjadikan jagung sebagai komoditas unggulan kedua setelah padi. Potensi tersebut, lanjutnya, harus didukung dengan pengembangan industri pengolahan agar mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, serta menekan angka pengangguran dan kemiskinan.



Pemerintah Kabupaten Madiun juga menegaskan komitmennya melalui sejumlah fokus kebijakan, meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif, optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam, peningkatan daya saing produk industri, serta penyediaan infrastruktur publik yang ramah lingkungan.


Kegiatan penguatan IKM dan kewirausahaan ini diikuti oleh 20 peserta dari DTSEN, dengan harapan mampu menciptakan pelaku usaha baru yang mandiri dan berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut turut hadir sebagai penilai, Jaka Aminata, Ketua Program Ekonomi Universitas Diponegoro yang memberikan masukan terkait penguatan model ekonomi hilirisasi berbasis potensi Desa. 


Sementara itu, dari unsur pendamping Kementerian Dalam Negeri, hadir I Gede Made Suwanda, Alfian Pamungkas, serta Naomi Ratna Sari. Kehadiran tim penilai dan pendamping ini diharapkan semakin memperkuat arah kebijakan serta implementasi program hilirisasi produk pertanian di Kabupaten Madiun.



Bupati menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, dunia industri, akademisi, dan para petani. “Tujuan akhir kita adalah mewujudkan Kabupaten Madiun sebagai pusat agroindustri yang maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi”, tegasnya.


Program ini juga selaras dengan kebijakan nasional dalam mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi berbasis desa. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Madiun. (KR-FEB/AS)

IKLAN

Recent-Post