Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Program Ketahanan Pangan Desa Sidomulyo Tertunda Akibat Wabah PMK, BUMDes Siapkan Strategi Baru


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Program ketahanan pangan (Ketapang) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, yang dikelola melalui BUMDes memperoleh alokasi dana sebesar Rp271 juta. Anggaran tersebut semula direncanakan untuk program penggemukan sapi sebagai langkah memperkuat sektor peternakan desa sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.


NAMUN, pelaksanaan program tersebut untuk sementara waktu harus ditunda menyusul merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di sejumlah daerah. Direktur BUMDes, Andri Nurcahyo, menjelaskan bahwa penundaan dilakukan demi menjaga keamanan investasi desa serta menghindari risiko kerugian akibat penularan penyakit pada sapi.


MENURUT Andri, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi lapangan dan masukan dari masyarakat. Meski tertunda, pihak BUMDes bersama warga tetap optimistis program ini dapat berjalan setelah situasi kesehatan hewan kembali stabil. “Kami ingin program ini sukses dan benar-benar memberi manfaat bagi warga,” ujarnya.


ANTUSIASME masyarakat terhadap program ketahanan pangan ini cukup tinggi. Warga menilai kebijakan yang sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut menjadi peluang besar untuk membuka lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan peternak, serta memperkuat kemandirian ekonomi desa.


KE DEPAN, pemerintah desa bersama BUMDes akan terus memantau perkembangan wabah PMK dan menyiapkan langkah antisipasi. Jika kondisi telah aman, program penggemukan sapi akan segera direalisasikan agar dana desa dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sidomulyo.  (KR - Saiful Arif)

IKLAN

Recent-Post