Soroti Pengelolaan Sampah, Menteri Lingkungan Hidup Lakukan Kunjungan ke Terminal Kertonegoro Ngawi
NGAWI (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Menteri Lingkungan Hidup melakukan kunjungan ke Terminal Kertonegoro Ngawi pada Minggu, 12 Maret 2026 lalu. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah pusat menyoroti pengelolaan sampah di terminal yang dinilai sudah berjalan namun masih perlu ditingkatkan.
Menteri Lingkungan Hidup menilai pengelolaan sampah di terminal sudah mulai dilakukan, termasuk upaya pemilahan sampah. Meski demikian, fasilitas dan sistem pengelolaannya masih perlu diperkuat agar lebih optimal. “Terminal ini tadi sudah melakukan pengelolaan sampahnya, juga pemisahan. Namun masih perlu ditingkatkan,” ujarnya saat meninjau area terminal.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa banyak terminal dan stasiun di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, masih belum dilengkapi dokumen lingkungan hidup. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah karena aktivitas transportasi yang tinggi berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup akan mendorong pengelola terminal untuk segera melengkapi dokumen lingkungan. Pendampingan akan dilakukan bersama dinas lingkungan hidup di tingkat provinsi. “Sebagian besar terminal di Indonesia ini belum memiliki dokumen lingkungan. Karena itu kami akan mendorong agar segera dipenuhi, karena aktivitas di terminal tentu berdampak pada lingkungan,” katanya.
Selain itu, hasil pengawasan kementerian juga akan dituangkan dalam bentuk paksaan pemerintah kepada pengelola terminal. Mereka diberi waktu selama tiga bulan untuk melengkapi kewajiban lingkungan yang diperlukan. Jika dalam waktu tersebut tidak ada perbaikan yang signifikan, pemerintah dapat menerapkan sanksi yang lebih berat, mulai dari pembekuan persetujuan lingkungan hingga penerapan ketentuan pidana sesuai peraturan yang berlaku.
Dalam peninjauan tersebut juga terungkap bahwa volume sampah di Terminal Kertonegoro berkisar sekitar satu ton per bulan. Dengan statusnya sebagai salah satu simpul transportasi besar nasional, terminal ini diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengelolaan sampah di fasilitas transportasi. “Ini menjadi hub transportasi besar, jadi harus menjadi contoh dalam penanganan sampah di terminal,” pungkasnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh RRI Madiun. (KR-FEB/AS)
