Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

BUMDes Wilis Lestari Optimalkan Dana Ketahanan Pangan untuk Hortikultura, Dorong Ekonomi Warga Desa Kare

 


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Program ketahanan pangan nasional yang digencarkan pemerintah pusat mulai menunjukkan hasil nyata di daerah pedesaan. Salah satunya dilakukan BUMDes Wilis Lestari di wilayah Desa Kare, Kabupaten Madiun, yang memanfaatkan Dana Desa (DD) sektor ketahanan pangan sebesar Rp319.100.000 untuk pengembangan hortikultura berbasis lahan produktif desa.


ANGGARAN tersebut digunakan untuk budidaya berbagai komoditas pertanian hortikultura seperti melon, timun, cabai, dan tomat yang ditanam di atas tanah kas desa (TKD) seluas 0,5 hektare. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung instruksi Presiden RI Prabowo Subianto terkait penguatan sektor pangan dan pemberdayaan ekonomi desa.



DIREKTUR BUMDes Wilis Lestari, Arik Krianto, menjelaskan bahwa perkembangan tanaman sejauh ini cukup baik. Beberapa komoditas sayuran bahkan telah memasuki masa panen pertama dan bersiap menuju panen kedua, sementara tanaman melon diperkirakan segera memasuki masa panen dalam waktu dekat. “Setelah panen nanti, lahan kembali ditanami tomat, timun, dan buncis. Kami memilih tanaman yang harga pasarnya relatif aman dan stabil agar tidak mengalami kerugian,” ujar Arik Krianto saat ditemui media.


MENURUTNYA, wilayah pegunungan Desa Kare memiliki potensi besar untuk pengembangan hortikultura karena didukung kondisi tanah yang subur dan suhu udara yang sejuk. Faktor alam tersebut dinilai sangat cocok untuk pengembangan pertanian modern berbasis desa.


BUMDes Wilis Lestari juga menerapkan strategi pemasaran bertahap dengan memprioritaskan kebutuhan pasar lokal terlebih dahulu sebelum memperluas distribusi ke luar daerah. Langkah itu dilakukan agar hasil produksi dapat terserap maksimal oleh masyarakat sekitar sekaligus menjaga stabilitas penjualan.



MESKI demikian, dalam pelaksanaannya program tersebut sempat menghadapi kendala cuaca ekstrem. Curah hujan tinggi menyebabkan sebagian tanaman cabai terserang jamur akar hingga mengalami kematian. Untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar, pihak pengelola memutuskan menjual cabai dalam kondisi masih hijau agar tetap memiliki nilai ekonomi. “Kendala pasti ada, terutama cuaca. Namun kami terus belajar dalam pengelolaan pertanian agar usaha BUMDes tetap berjalan dan tidak merugi,” tambah Arik.


IA menegaskan, sejauh ini program hortikultura yang dijalankan BUMDes Wilis Lestari mulai menunjukkan keuntungan. Hasil panen dapat dipasarkan dengan baik dan diterima masyarakat maupun pasar desa setempat.


PROGRAM tersebut dinilai menjadi contoh bagaimana pengelolaan Dana Desa melalui BUMDes tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu menciptakan perputaran ekonomi produktif, membuka peluang usaha masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. (KR - Saiful Arif)

IKLAN

Recent-Post