Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Pemkab Madiun Benahi Data Penerima Bansos, Targetkan Angka Kemiskinan Turun Jadi Satu Digit


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Pemkab Madiun mulai memburu akar persoalan kemiskinan melalui pembenahan data warga miskin secara menyeluruh hingga tingkat desa. Langkah awal yang ditempuh ialah melakukan verifikasi dan validasi (verval) data penerima bantuan sosial guna memastikan intervensi pemerintah lebih tepat sasaran. Targetnya cukup ambisius. Angka kemiskinan Kabupaten Madiun yang saat ini masih berada di angka 10,40 persen dipatok turun menjadi satu digit pada tahun depan.


Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi mengatakan, selama ini masih ditemukan berbagai kesalahan data penerima bantuan sosial di lapangan. Karena itu, pemkab bakal melibatkan camat hingga kepala desa untuk mencocokkan langsung kondisi riil masyarakat. “Hari ini kemiskinan kita masih 10,40 persen. Harapannya tahun depan bisa turun satu digit,” ujarnya usai rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan kemarin.


Menurut Dokter Pur –sapaan akrab wabup– proses verval dilakukan dengan mengecek kondisi rumah, kesehatan keluarga, pendidikan anak, hingga pekerjaan kepala keluarga penerima bantuan. Bahkan, rumah warga yang dinyatakan layak menerima bantuan akan dipasangi stiker khusus sebagai penanda penerima manfaat. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi inclusion error maupun exclusion error dalam penyaluran bantuan sosial. “Kalau datanya sudah tepat, intervensi kebijakan akan lebih tepat sasaran,” katanya.


Setelah pembenahan data rampung, pemkab menyiapkan tiga fokus utama intervensi penanggulangan kemiskinan. Yakni sektor kesehatan, pendidikan, dan perluasan lapangan kerja. Di bidang pendidikan, Pemkab Madiun berencana menambah kuota beasiswa mahasiswa serta menyiapkan program Sekolah Rakyat berbasis asrama bagi anak dari keluarga miskin ekstrem.


Sementara di sektor ekonomi, pemkab mengandalkan masuknya investasi dan pembukaan lapangan kerja baru untuk menekan angka pengangguran. “Sekarang pengangguran kita sudah di bawah rata-rata provinsi. Target berikutnya kemiskinan juga ikut turun,” tandasnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)

IKLAN

Recent-Post