Pemkab Ngawi Perkuat Sekolah Adiwiyata demi Bentuk Generasi Peduli Lingkungan
NGAWI (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Pemkab Ngawi mendorong program Adiwiyata tidak berhenti sebagai ajang perlombaan tahunan. Pendidikan peduli lingkungan diminta menjadi budaya yang diterapkan berkelanjutan di seluruh sekolah. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, saat membuka sosialisasi dan evaluasi program Adiwiyata di Pendapa Wedya Graha, Rabu (6/5/2026) lalu. “Harus dilaksanakan berkesinambungan dan serempak. Tidak bisa hanya sekolah yang ditunjuk saja, sedangkan yang lain tidak,” ujar Antok, sapaan akrabnya.
Kegiatan tersebut diikuti 126 lembaga pendidikan yang melibatkan kepala sekolah, guru, komite sekolah, siswa, hingga warga sekitar. Menurut Antok, siswa memiliki peran penting menjaga keberlanjutan program Adiwiyata. Sebab, tujuan utama program bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak dini. Dia berharap kebiasaan menjaga lingkungan tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga dibawa ke lingkungan rumah masing-masing. “Tapi juga dibawa ke lingkungan rumah dan tempat tinggal masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ngawi, Dodi Aprilasetia, menyebut hingga tahun lalu terdapat 106 sekolah Adiwiyata di Kabupaten Ngawi. Rinciannya terdiri dari sembilan sekolah Adiwiyata mandiri, 12 Adiwiyata nasional, 23 Adiwiyata provinsi, dan 62 Adiwiyata kabupaten. Tahun ini, DLH menargetkan tambahan 40 sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten. Selain itu, sebanyak 68 sekolah disiapkan naik level menuju Adiwiyata nasional dan mandiri. “Semoga program Adiwiyata ini benar-benar mendidik karakter warga sekolah, terutama siswa, agar peduli terhadap lingkungan,” tuturnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)
