Petani Madiun Dapat Tambahan Alokasi 9 Ribu Ton Pupuk Organik Bersubsidi
MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Geliat sektor pertanian di Kabupaten Madiun dipastikan makin kuat. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menambah alokasi pupuk organik bersubsidi untuk Kabupaten Madiun hingga 9 ribu ton karena serapan pupuk dinilai optimal.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Heru Suseno, mengatakan tambahan alokasi tersebut menjadi bentuk apresiasi atas tingginya realisasi penebusan pupuk bersubsidi di Kabupaten Madiun. “Kemarin ada tambahan 9.000 ton untuk Kabupaten Madiun. Itu karena serapannya optimal,” ungkapnya, Senin (11/5/2026) lalu. Menurut Heru Suseno, mekanisme distribusi pupuk memungkinkan penggeseran kuota dari daerah dengan serapan rendah menuju daerah yang pemanfaatannya lebih baik.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Heru Suseno, memastikan stok pupuk bersubsidi di Jawa Timur selama 2026 dalam kondisi aman. Total alokasi pupuk subsidi di Jatim mencapai sekitar 1 juta ton yang terdiri dari pupuk urea, NPK hingga pupuk organik.Kabupaten Madiun disebut menjadi salah satu daerah yang aktif mengajukan tambahan pupuk organik ke pemerintah provinsi. “Artinya petani sudah mulai sadar penggunaan pupuk organik itu menguntungkan. Unsur haranya tetap terjaga dan harganya juga lebih terjangkau,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Heru Suseno, menjelaskan, kewenangan penggeseran alokasi pupuk antarwilayah diberikan langsung oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia kepada pemerintah provinsi. Karena itu, daerah dengan serapan pupuk rendah akan dikurangi dan dialihkan ke wilayah yang tingkat penebusannya lebih tinggi. “Kalau ada wilayah yang tidak optimal, nanti digeser ke daerah yang serapannya bagus. Mekanismenya seperti itu,” terangnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Madiun memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi 2026 dalam kondisi aman. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, total alokasi pupuk bersubsidi tahun ini mencapai lebih dari 48 ribu ton.
Rinciannya meliputi 24.746 ton urea, 18.173 ton NPK, 94 ton NPK formula khusus, 5.881 ton pupuk organik, serta 10 ton ZA. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-YUN/AS)

