Ketua TP PKK Kabupaten Madiun Dorong Posyandu ILP Jadi Garda Terdepan Cegah Stunting dan Wujudkan Generasi Emas 2045
MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Guna memperkuat peran posyandu di Desa/Kelurahan Bangunsari, Dolopo, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto yang didampingi Wakilnya, Fitriya Purnomo Hadi beserta rombongan melakukan kunjungan ke Posyandu ILP Mekarsari, Rabu (10/6/2026) lalu. Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) adalah bentuk posyandu yang mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan primer dalam satu kegiatan, bertujuan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dan melayani seluruh siklus hidup, mulai dari bayi hingga lansia.
Dalam hal ini, Erni mengatakan bahwa penurunan stunting menjadi salah satu prioritas utama yang secara langsung berhubungan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya di Kabupaten Madiun. “Posyandu adalah garda terdepan bagi putra putri kita. Pemberian makanan tambahan, dan agar nanti menjadi anak yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting. Untuk mewujudkan generasi emas 2045”, jelasnya.
Dirinya berpesan kepada kader posyandu untuk selalu memberikan sosialisasi tentang penyakit menular dan tidak menular. “Salah satunya penyakit menular, yaitu TBC (Tuberculosis). Karena kasus TBC masih tinggi. Mohon kesehatannya untuk selalu dijaga”, harapnya.
Selepas berkunjung Posyandu ILP, Ketua TP PKK beserta rombongan melanjutkan kunjungan PTP (Pemanfaatan Tanah Pekarangan), bank sampah, juga di SDN Bangunsari 01 Dolopo. Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Madiun, mendorong penguatan budaya membaca dan literasi digital melalui rangkaian kegiatan BaBe (Bahana Bersahaja) 2026, sebagai bentuk dukungan upaya membangun generasi cerdas di tengah derasnya arus digitalisasi. “Pesan saya, adik-adik harus gemar membaca ya. Cita-cita jadi dokter, itu juga harus sering baca buku. Karena membaca itu adalah jendela dunia”, ujar Erni.
Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Fitriya Purnomo Hadi menambahkan bahwa betapa pentingnya literasi informasi bagi perkembangan pelajar. Ia mengingatkan bahwa membaca secara rutin adalah langkah sederhana namun berdampak besar dalam membentuk kecerdasan dan memperluas wawasan. Ia juga mendorong para pelajar untuk memanfaatkan perpustakaan dan pojok baca di sekolah sebagai ruang tumbuhnya kebiasaan membaca. “Kurangi main game-nya ya, kalau ingin jadi orang sukses, jadi polwan juga harus gemar membaca. Dengan membaca, semuanya nanti akan ada di genggamanmu”, tambahnya.
Tak hanya berkunjung ke sekolah, kelas ibu hamil pun turut dikunjunginya. Disini, dirinya menyerahkan bingkisan makanan tambahan kepada para peserta ibu hamil yang berjumlah 9 orang dan kunjungan ke UMKM Desa/Kelurahan Bangunsari serta ditutup dengan kunjungan ke pelayanan kesehatan. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Madiun. (KR-FEB/AS)













