Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Sepasma 2026 Jadi Strategi Pemkab Madiun Tingkatkan Wisata dan Pendapatan UMKM


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Pemkab Madiun menyiapkan perayaan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun dengan skala lebih besar. Melalui agenda Sepasar Ing Madiun (Sepasma) 2026, sederet artis nasional hingga tokoh agama ternama bakal hadir untuk memeriahkan pesta rakyat yang berlangsung selama 24 hari. Tak sekadar menjadi ajang hiburan, Sepasma tahun ini disiapkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat dengan target meningkatkan kunjungan wisatawan dan perputaran uang di berbagai sektor usaha.


Kepala Disparpora Kabupaten Madiun Puji Rahmawati mengatakan, arahan Bupati Madiun jelas. Kehadiran artis nasional harus mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. “Arahan Pak Bupati jelas. Talent nasional kami hadirkan untuk menghibur masyarakat, tetapi tujuan utamanya menciptakan multiplier effect bagi perekonomian Kabupaten Madiun,” ujarnya, kemarin (2/6/2026) lalu.


Sepasma 2026 akan berlangsung mulai 22 Juni hingga 19 Juli mendatang. Kegiatan dipusatkan di tiga lokasi berbeda. Yakni Taman Rekso Wilis Sareng, Kecamatan Geger pada 22–28 Juni, Lapangan Tiron Kecamatan Madiun pada 1–7 Juli, dan Alun-Alun Reksogati Caruban pada 10–19 Juli. Sejumlah nama besar dipastikan tampil. Mulai penyanyi dangdut dan pop Jawa seperti Gilga Sahid, Ndarboy Genk, Shinta Arsinta, Eny Sagita, Deviana Safara, Ajeng Febria, hingga Silvi Kumalasari. Sementara pembukaan festival akan diawali Pengajian Akbar bersama Gus Iqdam.


Menurut Puji Rahmawati, pemilihan artis dengan basis penggemar besar dilakukan untuk menarik wisatawan dari luar Kabupaten Madiun. Pemkab membidik pengunjung dari kawasan Mataraman dan daerah sekitar agar datang selama rangkaian kegiatan berlangsung. “Ketika kunjungan meningkat, dampaknya langsung dirasakan pedagang, pelaku UMKM, sektor kuliner, penginapan hingga destinasi wisata lokal,” terangnya.


Meski menghadirkan hiburan modern, Sepasma tetap memberi ruang besar bagi pelestarian budaya lokal. Berbagai kesenian tradisional khas Kabupaten Madiun seperti dongkrek, gembrung, dan pencak silat akan tampil setiap hari selama festival berlangsung. “Kami ingin ada keseimbangan antara hiburan modern dan pelestarian budaya lokal. Potensi seniman daerah tetap menjadi bagian penting Sepasma,” tegasnya.


Menariknya, penyelenggaraan festival tersebut tidak sepenuhnya bergantung pada APBD. Pemkab menggandeng promotor DMR Surabaya, Bank Jatim melalui program corporate social responsibility (CSR), serta dukungan pemerintah kecamatan untuk membiayai sejumlah kegiatan. “Ini persembahan untuk masyarakat Kabupaten Madiun. Harapannya semua bisa menikmati manfaatnya, baik secara langsung maupun tidak langsung,” pungkas Puji. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)

IKLAN

Recent-Post