Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Balerejo Optimalkan Program Bansos Produktif untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi dan Putus Rantai Kemiskinan


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Guna memutus rantai kemiskinan dan membangun kemandirian ekonomi, Pemerintah Kecamatan Balerejo menggelar kegiatan Optimalisasi Program Bantuan Sosial dari Konsumtif menjadi Produktif Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Sosial. Bertempat di Pendopo Kecamatan Balerejo, Kamis (30/7/2026) lalu.


Penyelenggaraan kegiatan sosial merupakan amanah konstitusi sekaligus perwujudan tanggungjawab nyata Pemerintah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil, sejahtera dan bermartabat sesuai Undang-undang Dasar 1945 pasak 34 ayat (2). Yang berbunyi “Negara mengembangkan sistem jaminan sosial untuk seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat lemah sesuai dengan martabat kemanusiaan”. Seperti halnya yang disampaikan oleh Camat Balerejo, Suci Wuryani dalam laporannya.



Menurutnya, penyelenggaraan kesejahteraan sosial tersebut wajib diprioritaskan kepada mereka yang memiliki kehidupan yang tidak layak secara sosial. Jenis bantuan sosial yang diberikan dikategorikan menjadi 3 jenis, yakni berupa uang, barang dan jasa. “Bansos berupa uang, contohnya bantuan PKH Reguler, PKH Plus, BLT DD, BLT DHCHT, dan UEP. Untuk bansos barang, seperti bantuan sembako, bansos jasa, yaitu bantuan PBI-JK (bantuan iuran BPJS)”, papar Suci.



Sesuai dengan tema “Optimalisasi Program Bantuan Sosial dari Konsumtif menjadi Produktif Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Sosial”, Suci mengajak seluruh undangan yang hadir untuk mengubah paradigma dari pendekatan konsumtif menuju pendekatan produktif. Dalam arti, pihaknya akan mulai memberikan pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, serta akses modal usaha mikro. Sehingga, masyarakat yang tadinya dibantu, perlahan-lahan akan mampu memenuhi kebutuhan dasarnya secara mandiri. “Kita tidak lagi sekadar memberikan ‘ikan’, melainkan harus mulai memberikan ‘kail’ dan mengajarkan cara ‘memancing’ yang benar. Tujuannya sangat jelas, agar mereka yang tadinya dibantu, perlahan-lahan mampu berdiri di atas kaki sendiri dan akhirnya keluar dari garis kemiskinan”, ungkapnya.



Sementara itu, Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi menyampaikan bahwa pada prinsipnya bantuan sosial ini, salah satunya PKH (Program Keluarga Harapan) bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan. Namun, bantuan yang diberikan tersebut tidaklah selamanya. Maka dari itu, pihaknya mendorong memberikan support terhadap jajaran terkait dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, yang diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk berusaha dan keluar dari zona kemiskinan. “Dalam prinsipnya orang kemiskinan ini yang diperhatikan adalah pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosialnya. Nanti bantuan pemerintah yang ada berkolaborasi dengan pemerintah daerah, kita support biar nanti tidak selamanya masuk kategori miskin. Bagaimana kita edukasi biar sekolah, kesehatan terjaga dan akhirnya punya kemampuan. Karena bantuan ini tidak selamanya, ini hanya stimulan”, jelas Wabup.



Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan mengubah paradigma bantuan menuju keberdayaan ekonomi berkelanjutan, dengan memanfaatkan bekal yang telah diperoleh dari berbagai pelatihan yang diberikan. Maka dari itu, pihaknya meminta adanya kolaborasi dinas-dinas terkait, dapatnya memberikan dan melakukan pendampingan agar masyarakat bisa bangkit dan produktif. “Ini nanti kolaborasi bareng-bareng lewat Diperindagkop, selain dinas-dinas kesehatan, dinas pendidikan, juga lewat pemdes, lewat desa yang nanti akan kita arahkan, agar dilakukan pendampingan sama-sama”, tutupnya.


Adapun kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Madiun, Kepala Desa se-Kecamatan Balerejo, Ibu Ketua PKK Desa, serta tamu undangan lainnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Madiun. (KR-FEB/AS)

IKLAN

Recent-Post