Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Ekspedisi Patriot Dimulai, Wabup Madiun Minta Peserta Terapkan Ilmu untuk Kepentingan Masyarakat


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot, bertempat di Ruang Rapat IT, Puspem Caruban. Selasa (21/7/2026).


Kegiatan dihadiri oleh Wakil Bupati Madiun, Perwakilan dari Disnaker Provinsi Jatim, Kepala Disnaker Kabupaten Madiun, para pimpinan Universitas, Camat, kepala desa, serta para peserta tim ekspedisi patriot.



Program Transmigrasi Patriot merupakan bagian dari kebijakan nasional yang menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program ini dilaksanakan berdasarkan beberapa undang-undang, salah satunya Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Selain itu, Undang-undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Ketransmigrasian, Undang-undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perpu Nomor 2 Tahun 2022 menjadi Undang-undang (Cipta Kerja), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), serta Kebijakan Kementerian Transmigrasi beserta peraturan pelaksanaannya. Seperti halnya yang disampaikan oleh Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi.



Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Program Transmigrasi Patriot, menyiapkan sumber daya manusia yang unggul berkarakter dan berdaya saing, memperkuat sinergi, melakukan pendampingan serta pembinaan, serta mendorong peserta menjadi pelopor pembangunan.Adapun Kepala Disnaker Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto dalam laporannya menyampaikan terdapat sebelas (11) putra/putri terbaik Kabupaten Madiun yang tergabung dalam Program Transmigrasi Patriot dari beberapa perguruan tinggi, diantaranya :


Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) = 3 orang

Universitas Airlangga = 5 orang

Universitas Brawijaya = 2 orang, serta

Universitas Gadjah Mada = 1 orang


Arik memaparkan, sebanyak 11 peserta tersebut akan ditempatkan di enam (6) kawasan transmigrasi, yakni :

Momiwaren, Kab. Manokwari Selatan = 3 orang

Prafi, Kab. Manokwari Selatan = 5 orang

Bahari Tomini Raya, Kab. Parigi Moutong = 1 orang

Klamono-Segun, Kab. Sorong = 1 orang

Sarudu Baras, Kab. Mamuju Utara = 1 orang, serta

Muting, Kab. Merauke = 1 orang



Selanjutnya, untuk keberangkatan ke lokasi penugasan dijadwalkan pada 31 Juli mendatang. “Penempatannya ini nanti sesuai dengan lokasi, memang kebanyakan ini di Papua pak Wabup, ditugasi dari Kementerian nanti selama empat (4) bulan dan nantinya akan ada laporan yang akan disampaikan. Kita wajib bangga ada 11 duta dari Kabupaten Madiun, sehingga perlu kita berikan dukungan dan semangat agar nanti bisa melaksanakan kegiatan dengan sebaik-baiknya dan bisa membawa nama baik Kabupaten Madiun”, tutupnya.



Ditemui awak media, Wakil Bupati Madiun menerangkan bahwa di tahun ini lokusnya ada di Irian. Para mahasiswa diminta menerapkan atau mengaplikasikan ilmu yang sudah diperoleh, untuk mengajari transmigrasi lokal, agar mampu memberdayakan, memanfaatkan, meningkatkan sumber daya alam, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup mereka.“Untuk tahun ini mereka dikirim kesana untuk mengaplikasikan potensi yang ada disana, supaya nanti mengajari transmigrasi lokal. Sehingga kesejahteraan nanti bisa tercapai. Dan kebetulan anak-anak kita yang dari Madiun ada 11 orang. Kita doakan, semoga senantiasa mendapatkan kesehatan, keselamatan dan selalu menjadi barokah oleh Allah SWT”, tambahnya.



Maka dari itu, dirinya berpesan kepada para peserta untuk selalu menjaga kesehatan dan keselamatan, serta yang terpenting mampu mengaplikasikan ilmunya dan bermanfaat bagi masyarakat yang ada disana. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-YUN/AS)

IKLAN

Recent-Post