Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Hari Jadi ke-668 Ngawi, Bibit Pohon Produktif Jadi Ucapan Selamat Sekaligus Investasi Hijau


NGAWI (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Peringatan Hari Jadi ke-668 Kabupaten Ngawi kembali menghadirkan tradisi berbeda. Pemkab Ngawi melanjutkan kebijakan mengganti karangan bunga ucapan selamat dengan bibit pohon produktif yang siap ditanam. Program ini diteruskan setelah mulai diperkenalkan pada peringatan hari jadi tahun sebelumnya. Bibit-bibit tersebut tidak hanya menjadi simbol ucapan, tetapi juga diproyeksikan mendukung penghijauan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.


BUPATI Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan perubahan bentuk ucapan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya, bibit tanaman memberikan manfaat yang jauh lebih panjang dibanding karangan bunga yang hanya digunakan dalam seremoni. "Dulu karangan bunga secara seremoni selesai, ya selesai. Kalau tanaman atau bibit, bisa ditanam di lahan-lahan kritis untuk kegiatan ekonomi kerakyatan," ujar Ony, Selasa (7/7/2026) lalu.


ONY ANWAR HARSONO menambahkan mayoritas bibit yang diterima berupa tanaman buah produktif yang nantinya diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. "Kebanyakan yang dikirim adalah pohon buah produktif yang nanti bisa berbuah," ucapnya.


KEPALA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi Dodi Aprilasetia menjelaskan seluruh bibit pohon akan didata berdasarkan jenis dan jumlah sebelum didistribusikan. Masyarakat maupun komunitas yang membutuhkan bibit untuk kegiatan penghijauan dapat mengajukan permohonan secara resmi kepada DLH. "Warga yang ingin bibit pohon bisa bersurat ke kami, minimal disertai identitas diri yang jelas. Kami harus tahu bibit ini yang meminta siapa, ditanam di mana, dan nanti harus dilaporkan perkembangannya ke kami," kata Dodi.


DLH telah menyiapkan sejumlah lokasi prioritas untuk penanaman bibit tersebut. Salah satunya lahan sekitar dua hektare di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) zona selatan yang akan dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Selain itu, bibit juga akan disalurkan ke berbagai kawasan permukiman guna mendukung pemenuhan kebutuhan ruang terbuka hijau. Sebelum dibagikan, seluruh bibit akan menjalani proses perawatan dan karantina agar kondisinya tetap baik saat memasuki musim hujan. "Bibit-bibit produktif ini akan kami rawat dan karantina dulu. Saat penghujan, akan didistribusikan dan ditanam serentak," ujarnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)

IKLAN

Recent-Post