Bupati Ngawi Tegaskan Manajemen Talenta Jadi Dasar Pengisian Jabatan ASN
NGAWI (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono melantik dan mengukuhkan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi di Pendopo Wedya Graha, Rabu (19/8/2026) lalu. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan Manajemen Talenta menjadi dasar pengisian jabatan sebagai bagian dari penerapan sistem merit untuk mendorong kinerja ASN dan memperkuat pelayanan publik.
Pejabat yang dilantik mencakup Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Kepala Puskesmas, dan Kepala Sekolah. Sedangkan promosi, mutasi, dan rotasi, Ony menjelaskannya sebagai bagian dari evaluasi, monitoring, serta penyegaran organisasi untuk menjaga efektivitas pelaksanaan pemerintahan. “Manajemen Talenta menjadi upaya untuk memastikan kepastian jenjang karier ASN yang terukur, dengan penilaian yang akuntabel dan transparan,” kata Bupati Ony. Menurutnya, mekanisme tersebut juga diarahkan untuk mendorong peningkatan prestasi, etos kerja, daya juang, perilaku, dan kinerja ASN sesuai kompetensi serta kebutuhan organisasi.
Ia menekankan evaluasi perlu menjadi bagian dari pengembangan kapasitas dan perbaikan dalam pelaksanaan tugas. “Evaluasi menjadi bagian penting dalam pengembangan kinerja ASN. Karena itu, setiap hasil evaluasi harus ditindaklanjuti dengan perbaikan dan peningkatan kinerja dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Penguatan karakter dan keselamatan peserta didik turut menjadi perhatian. Ony meminta sekolah menerapkan pembinaan tanpa kekerasan, sekaligus memitigasi penggunaan kendaraan bermotor oleh siswa yang belum memiliki SIM dan kebutuhan transportasi bagi siswa yang tinggal jauh dari sekolah. “Pembinaan peserta didik harus dilakukan dengan pendekatan yang edukatif dan tanpa kekerasan. Kepala sekolah dan guru perlu konsisten memberikan pendampingan serta menanamkan disiplin, sopan santun, dan tata krama dalam keseharian,” tegasnya.
Sektor kesehatan juga menjadi bagian dari arahan tersebut. Kepala Puskesmas yang baru dikukuhkan diminta mengoptimalkan data Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memetakan kecenderungan penyakit di wilayah masing-masing. “Data hasil pemeriksaan harus dimanfaatkan untuk memetakan kecenderungan penyakit di setiap wilayah. Dengan begitu, intervensi kesehatan dapat disusun lebih tepat sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Penerapan sistem merit diarahkan untuk memastikan penempatan ASN sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan guna meningkatkan kinerja aparatur dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Ngawi. Demikian di informasikan oleh Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Ngawi. (KR-FEB/AS)
