Lonjakan Penumpang KA Daop 7 Madiun Tembus 77.986 Orang Saat Libur Maulid Nabi
MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Mobilitas masyarakat menggunakan kereta api selama libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW tercatat cukup tinggi. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun mencatat sebanyak 77.986 penumpang kereta api jarak jauh selama lima hari, Jumat-Selasa (21-25/8/2026).
Jumlah tersebut merupakan akumulasi penumpang yang berangkat maupun tiba di sejumlah stasiun wilayah Daop 7 Madiun. Dari total tersebut, sebanyak 39.444 penumpang melakukan keberangkatan, sedangkan 38.542 penumpang tercatat tiba di stasiun tujuan. Jika dibandingkan dengan periode libur panjang HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Jumat-Selasa (14-18/8/2026), terjadi pertumbuhan mobilitas penumpang. Pada periode tersebut tercatat 77.631 penumpang, terdiri atas 39.263 keberangkatan dan 38.368 kedatangan. Dengan demikian, terjadi kenaikan sebanyak 355 penumpang atau sekitar 0,46 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Mobilitas tertinggi tercatat di sejumlah stasiun utama wilayah operasional Daop 7 Madiun. Stasiun Madiun menjadi yang paling ramai dengan total 26.837 penumpang. Rinciannya, 13.674 penumpang berangkat dan 13.163 penumpang tiba. Disusul Stasiun Kediri dengan total 11.143 penumpang, terdiri atas 5.586 keberangkatan dan 5.557 kedatangan. Sedangkan Stasiun Blitar mencatat 6.746 penumpang, dengan rincian 3.140 keberangkatan dan 3.606 kedatangan.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pihaknya memastikan seluruh perjalanan pelanggan selama masa libur nasional berlangsung aman, tertib dan nyaman. “Kami memastikan kesiapan petugas di stasiun dan kereta api, termasuk dalam memberikan informasi perjalanan serta membantu proses keberangkatan maupun kedatangan,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapan petugas menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terlebih saat terjadi peningkatan mobilitas penumpang pada masa libur.
KAI Daop 7 Madiun, lanjut Tohari, akan terus berkomitmen menghadirkan pelayanan prima dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan. Hal itu sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat yang menjadikan kereta api sebagai salah satu pilihan utama moda transportasi selama masa libur nasional. (KR - Agung Marsudi)


