Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Tekan Stunting hingga 5,02 Persen, Pemkab Madiun Perkuat Intervensi dan Akurasi Data


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Pemerintah Kabupaten Madiun terus memperkuat langkah intervensi dan percepatan penurunan angka stunting. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Madiun saat membuka dan memberikan pengarahan pada acara Monitoring Bulan Timbang dalam rangka Gerakan Cegah Stunting di Posyandu Kartini, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Selasa (11/8/2026) lalu.




Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran pejabat dari Kementerian Kesehatan/Direktorat Gizi dan KIA, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, BPS Provinsi Jawa Timur, Perwakilan BKKBN Jawa Timur, BPS Kabupaten Madiun, jajaran Forkopimda dan Forkopimcam Geger, Forkopimda/OPD terkait, TP PKK, Kepala Desa Uteran, serta para kader posyandu se-Kecamatan Geger. Dalam arahannya, Bupati Madiun menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh pihak dan kesadaran masyarakat yang sangat tinggi dalam menyukseskan program ini.



Lebih lanjut, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan, bahwa Partisipasi kehadiran masyarakat pada pelaksanaan Bulan Timbang di Kabupaten Madiun mencapai rata-rata  97%, yang tersebar di 15 kecamatan, 198 desa, dan 8 kelurahan. Berdasarkan data penimbangan lapangan, prevalensi stunting Kabupaten Madiun berhasil ditekan secara drastis dari 14% pada tahun 2021 menjadi 5,02% pada tahun 2026. Penurunan ini menempatkan Kabupaten Madiun jauh di bawah rata-rata nasional (19%).




Bupati Madiun juga meminta dukungan dari BPS dan Pemprov Jatim untuk menyinkronkan data riil lapangan (5,02%) dengan data SSGI (masih di angka 12%). Akurasi ini didukung penggunaan alat ukur antropometri digital yang terekalibrasi di seluruh posyandu.



Tak hanya itu, Bupati Hari Wuryanto juga melaporkan, bawa Pemkab Madiun didukung oleh 2 RSUD, 26 Puskesmas, 58 Pustu, 524 bidan desa, 1.722 Tim Pendamping Keluarga (TPK), 1.306 kader MP, 222 lembaga PKK, dan 876 Posyandu yang aktif 100%. Dan sebagai bentuk komitmen nyata, anggaran penanganan stunting Pemkab Madiun ditingkatkan signifikan menjadi Rp246 juta pada tahun 2026 (naik dari Rp160 juta pada tahun sebelumnya).



Selanjutnya, dirinya mengapresiasi inovasi berbasis lingkungan di Posyandu Kartini Desa Uteran (pengumpulan sampah ditukar makanan bergizi) serta mendorong digitalisasi sistem pelaporan posyandu agar data tersaji secara real-time. Program “Ayah Gati” & Gotong Royong: Pentingnya keterlibatan aktif para ayah dalam pengasuhan anak serta penguatan budaya gotong royong masyarakat desa dalam mendukung sarana prasarana kesehatan.



Maka dari itu, Bupati Madiun menegaskan bahwa investasi pada kesehatan anak-anak hari ini adalah kunci untuk melahirkan generasi masa depan Kabupaten Madiun yang tangguh, cerdas, dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan menuju Madiun yang Bersahaja, Bersih, Sehat, dan Sejahtera. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Madiun. (KR-FEB/AS)

IKLAN

Recent-Post