Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Forum Konsultasi Publik Loka POM Madiun, Pelayanan UMKM hingga Pengawasan Obat Dibahas


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Pengawasan obat dan makanan tak hanya berkaitan dengan penindakan terhadap produk yang tidak memenuhi ketentuan. Kepastian pelayanan, keterbukaan informasi, hingga kemudahan bagi pelaku usaha juga menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan produk yang aman dan bermutu. Hal tersebut mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik Standar Pelayanan Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) di Kabupaten Madiun Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Graha Purabaya Kabupaten Madiun, Selasa (22/9/2026) lalu.


Kegiatan yang digelar secara hibrid ini dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, perwakilan Balai POM Surabaya, unsur kejaksaan dan pengadilan, OPD, akademisi, organisasi profesi, pelaku usaha, lembaga perlindungan konsumen, serta insan media. Forum melibatkan wilayah kerja Loka POM yang meliputi Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan.



Kepala Loka POM Kabupaten Madiun, Aziz Jihaduddin, mengatakan forum tersebut menjadi wadah untuk memperoleh masukan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk penerbitan izin edar dan sertifikasi sarana produksi obat dan makanan.


Menurut Aziz Jihaduddin, kepastian prosedur, waktu, dan biaya pelayanan sangat penting, khususnya bagi pelaku UMKM. Selain pengawasan, Loka POM juga memberikan pendampingan agar pelaku usaha dapat memenuhi ketentuan keamanan dan mutu produk.




Di sisi lain, pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan terus dilakukan, termasuk terhadap obat tanpa izin edar maupun obat yang berpotensi disalahgunakan. Aziz menyebut kondisi peredaran obat dan makanan di wilayah Madiun secara umum cukup terkendali. “Alhamdulillah cukup terkondisi untuk peredaran obat dan makanan. Namun kita harus tetap waspada, terutama untuk obat-obatan tertentu yang sering disalahgunakan masyarakat. Salah satunya obat Double L dan sejenisnya yang perlu kita waspadai peredarannya,” katanya.



Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan pentingnya peran Loka POM dalam memastikan obat dan makanan yang dikonsumsi masyarakat aman. Menurutnya, pengawasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. “Harapan kami betul-betul kita bisa bersinergi, bisa berkolaborasi untuk memberikan pengawasan makanan maupun obat secara optimal,” tegasnya.




Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Komitmen Bersama antara Bupati Madiun, Balai POM Surabaya, Kejaksaan Kabupaten Madiun, Loka POM, dan para pemangku kepentingan. Komitmen ini menjadi langkah bersama untuk memperkuat pelayanan, pengawasan, perlindungan konsumen, serta mendukung pelaku usaha memenuhi standar keamanan dan ketentuan yang berlaku. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Madiun. (KR-FEB/AS)

IKLAN

Recent-Post