Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Peringati Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Tertib di Perlintasan Kereta Api


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menggelar sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api dan edukasi tertib berlalu lintas di perlintasan sebidang. Kegiatan yang berlangsung di JPL 138, Jalan Yos Sudarso, petak jalan antara Stasiun Madiun–Stasiun Magetan tersebut mengusung tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia". Kegiatan ini menjadi salah satu upaya KAI Daop 7 Madiun untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan generasi muda, agar lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan ketika melintasi jalur kereta api.



Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat patriotisme, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Menurutnya, para pemuda diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari masyarakat yang sadar keselamatan, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam mengingatkan pengguna jalan lainnya agar selalu mematuhi aturan di perlintasan sebidang. "Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, kami ingin menyulut kembali jiwa patriotisme dan kepedulian pemuda. Semangat gigih dan berempati kami bawa untuk mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan di perlintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari kepedulian diri sendiri," ujar Tohari.


Dalam kegiatan tersebut, petugas KAI bersama peserta melakukan aksi simpatik dengan membagikan suvenir yang disertai selebaran berisi imbauan keselamatan kepada para pengguna jalan. Selain itu, juga dibentangkan spanduk berisi pesan keselamatan di sekitar lokasi perlintasan.



Tohari menjelaskan, wilayah operasional KAI Daop 7 Madiun saat ini memiliki 216 titik perlintasan sebidang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 213 titik merupakan perlintasan resmi, sedangkan tiga titik lainnya tidak resmi.Sementara berdasarkan status penjagaannya, terdapat 103 titik dijaga pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan, 31 titik oleh Unit Jalan dan Jembatan (JJ) KAI, 45 titik oleh Unit Operasi KAI, serta 12 titik dijaga secara swadaya masyarakat. Adapun 25 titik lainnya belum terjaga.



Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data evaluasi sepanjang 2026, telah terjadi tujuh insiden di perlintasan sebidang maupun di jalur atau petak jalan wilayah Daop 7 Madiun. Peristiwa tersebut menimbulkan korban dengan kondisi luka ringan, luka berat hingga meninggal dunia. Kondisi tersebut menjadi perhatian KAI, mengingat masih ditemukan pengguna jalan yang kurang disiplin dan mengabaikan aturan keselamatan saat melintasi jalur kereta api.


Karena itu, KAI Daop 7 Madiun terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat. Tohari mengingatkan bahwa jalur kereta api merupakan kawasan terbatas yang penggunaannya telah diatur dalam ketentuan perundang-undangan. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas sembarangan di sekitar rel karena dapat membahayakan diri sendiri maupun perjalanan kereta api. KAI juga kembali mengingatkan masyarakat untuk menerapkan slogan BERTEMAN, yakni Berhenti, Tengok Kanan-Kiri, Aman, dan Jalan sebelum melintasi perlintasan sebidang.



Imbauan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam Pasal 90 huruf d disebutkan bahwa penyelenggara prasarana perkeretaapian berhak mendahulukan perjalanan kereta api di perpotongan sebidang dengan jalan. Sementara Pasal 124 mengatur kewajiban pemakai jalan untuk mendahulukan perjalanan kereta api. "Pelanggaran di perlintasan sebidang merupakan pelanggaran lalu lintas yang dapat ditindak oleh pihak berwenang. Kami berharap kegiatan ini membangun pemahaman bahwa kecerobohan di perlintasan tidak hanya membahayakan nyawa pengguna jalan, tetapi juga keselamatan penumpang serta awak sarana kereta api," pungkas Tohari.




Melalui kegiatan tersebut, KAI Daop 7 Madiun berharap semangat Hari Sumpah Pemuda dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan meningkatkan kepedulian dan kedisiplinan masyarakat dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. (KR – Agung Marsudi)

IKLAN

Recent-Post