NGAWI (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) APBD Ngawi 2024 mencatatkan rekor baru. Hanya tersisa Rp 28,5 miliar atau 1,1 persen dari total anggaran. Angka itu menjadi yang terendah dalam 14 tahun terakhir, jauh di bawah rerata Silpa 2010–2023 yang berada di kisaran tiga hingga 19 persen.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono menyebut capaian itu sebagai bukti kian matangnya perencanaan dan pelaksanaan program oleh perangkat daerah. “Silpa semakin kecil semakin baik. Ini tren positif,” ujarnya, Minggu (15/6/2025) lalu.
Ony Anwar Harsono menjelaskan, Silpa tahun lalu awalnya diperkirakan mencapai Rp 85 miliar. Namun, belanja infrastruktur yang digas penuh membuat sisa anggaran terkikis. “Saya gas penuh untuk pembangunan, khususnya jalan,” katanya.
Meski begitu, dia mengingatkan bahwa Silpa yang terlalu kecil juga bisa mengurangi fleksibilitas fiskal daerah. Terutama dalam pembahasan perubahan anggaran. “Silpa itu penting juga untuk fleksibilitas. Tapi yang penting kebutuhan utama, seperti gaji pegawai, sudah aman,” tambahnya.
Sementara itu, disisi lain Silpa yang terlalu besar sering kali menjadi indikator lemahnya serapan anggaran. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)
