Komunitas Ngawi Organik Center Terapkan Modern Farming Hingga Sukses Tingkatkan Panen Berkat Pelatihan dari Bank Indonesia
NGAWI (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Program pengendalian inflasi pangan yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri di Ngawi mulai terasa manfaatnya. Para petani dalam Komunitas Ngawi Organik Center (KNOC) di Desa Guyung, Gerih, menikmati peningkatan produksi sekaligus efisiensi biaya. Sedikitnya 400 orang anggota KNOC yang menerima manfaat program Kantor Perwakilan BI Kediri. Berkat pelatihan modern farming dan bantuan alat pascapanen. "Total kepemilikan lahan anggota KNOC seluas 150 hektare,’’ ungkap Ketua KNOC Nurika Ari Pranata.
Nurika Ari Pranata mengatakan, hasil panen padi di rentang 5–6 ton per hektare sebelum mendapatkan pendampingan BI Kediri. Manajemen pertanian belum tertata, penggunaan metode tradisional masih dominan, dan kualitas padi kurang optimal. Masih tingginya biaya penanaman padi, pembelian pupuk, hingga panen membuat keuntungan tergerus. "Kondisi tanah yang mulai menurun dan banyaknya petani berusia lanjut membuat produktivitas tidak maksimal,’’ ujarnya.
Menurut Nurika Ari Pranata, dukungan BI Kediri melalui pelatihan dan pendampingan dari hulu hingga hilir membawa perubahan signifikan. Selain manajemen budidaya, petani juga mendapat bantuan satu unit mesin combine harvester yang langsung berdampak pada efisiensi biaya pascapanen. "Produktivitas padi meningkat, kualitas bagus, serta biaya produksi pertanian lebih hemat,’’ ucapnya.
KNOC kini mulai menerapkan konsep modern farming yang berorientasi pada pertanian ramah lingkungan. Pola ini meliputi penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati, pengelolaan tanah-air lebih efisien, rotasi tanaman, irigasi tepat guna, hingga diversifikasi tanaman. Hasilnya, produktivitas naik menjadi 8–9 ton per hektare. Selain itu, muncul petani milenial yang mulai menggabungkan metode tradisional dengan teknologi pertanian. "KNOC Ngawi juga bersinergi dengan Pemkab Ngawi dalam penyuluhan pertanian serta program pemasaran produk,’’ kata Pranata.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Yayat Cadarajat menegaskan Bank Indonesia berupaya mengoptimalkan peran pengendalian inflasi dari sisi hulu (supply side). Salah satunya adalah sektor pertanian. Hal ini dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga komoditas strategis. "Oleh karena itu, Bank Indonesia mendorong edukasi dan pendampingan teknis serta pemberian bantuan agar produktivitas meningkat dan efisien secara biaya,” pungkasnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)
