UNS Luncurkan Aplikasi Mofin UMKN di Kabupaten Madiun untuk Dorong Transformasi Digital
MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Upaya mempercepat digitalisasi di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus ditingkatkan. Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, bekerja sama dengan Pemkab Madiun, meluncurkan Mofin UMKM (Modern Finance UMKM). Ini merupakan aplikasi pencatatan keuangan digital yang dirancang untuk mempermudah pelaku UMKM.
Ketua Penelitian Hibah, Labbaika Dwi Ayu Rahmawati, mengatakan peluncuran Mofin UMKM menjadi langkah konkret membantu pelaku usaha beradaptasi dengan kebutuhan digital. Menurutnya, digitalisasi pembukuan kini menjadi kebutuhan mendasar. Ia menjelaskan bahwa banyak lembaga perbankan mensyaratkan laporan keuangan yang jelas sebelum memberikan kredit atau investasi. Melalui Mofin UMKM, pelaku usaha diharapkan dapat beralih dari sistem manual menuju pencatatan keuangan digital yang rapi, aman, dan mudah diakses. “Harapannya, aplikasi ini bisa dimanfaatkan maksimal oleh UMKM di Kabupaten Madiun, sehingga mereka lebih mudah memperoleh modal dan berkembang lebih baik,” ujarnya.
Peluncuran aplikasi ini juga dirangkaikan dengan pelatihan pelaporan keuangan dan penghitungan harga pokok penjualan (HPP) yang diberikan kepada UMKM. Materi pelatihan disampaikan oleh Labbaika Dwi Ayu Rahmawati. Ia memberikan pemahaman praktis tentang penyusunan laporan keuangan yang tepat serta cara menghitung harga produksi untuk menentukan margin keuntungan. Pelatihan ini sekaligus mendukung optimalisasi penggunaan Mofin UMKM.
Tri, salah satu peserta, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran aplikasi tersebut. Ia mengatakan bahwa pembukuan UMKM selama ini sering tidak dilakukan secara detail. Ia berharap aplikasi ini dapat memacu pelaku UMKM untuk berkembang dan semakin berkontribusi pada perekonomian nasional.
Dukungan juga datang dari Diah Kuswardani, Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Madiun. Menurutnya, adopsi teknologi pelaporan keuangan sudah menjadi kebutuhan wajib bagi pelaku usaha.
Dwi Ayu Rahmawati mengapresiasi langkah UNS yang menghadirkan teknologi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bentuk aplikasi yang langsung bisa dimanfaatkan UMKM. “Ini adalah bentuk kepedulian perguruan tinggi terhadap perkembangan UMKM di Kabupaten Madiun. Kami sangat mengapresiasi,” katanya.
Melalui peluncuran Mofin UMKM, pemerintah dan akademisi berharap semakin banyak pelaku usaha mikro di Kabupaten Madiun yang mampu mengadopsi teknologi untuk pengelolaan bisnis. Langkah ini diharapkan menjadi dorongan penting agar UMKM semakin berdaya saing dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)
