Hari Bakti Imigrasi (HBI) ke-76, Imigrasi Madiun Perkuat Pelayanan Lewat Paspor Simpatik dan Aksi Sosial
MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Peringatan ke-76 Hari Bakti Imigrasi (HBI) menjadai momentum Kantor Imigrasi Kelas II Non TPIU Madiun untuk meneguhkan kembali komitmennya mengabdi kepada masyarakat.
Sesuai tema HBI, Imigrasi Berbakti, Indonesia Maju, peringatan tahun ini lebih ke arah pendekatan pelayanan dan sosial. "Tema ini menjadi pengingat bagi seluruh insan imigrasi untuk terus hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan negara," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun, Arief Adi Prayogo.
Pihak Imigrasi Madiun pun menggelar program Paspor Simpatik sebanyak tiga kali. Layanan ini dilaksanakan di luar jam kerja, tepatnya pada Sabtu, guna menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu di hari kerja. "Ini adalah bentuk komitmen kami agar pelayanan keimigrasian semakin mudah diakses oleh masyarakat" sebutnya.
Kegiatan sosial juga menjadi perhatian utama Imigrasi Madiun. Ini terlihat saat melaksanakan bakti sosial ke panti asuhan Naulul Munna san Siti Hajar pada Jum'at (16/1/2026) lalu, dengan melibatkan jajaran pegawai serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Imigrasi Madiun. "Kami ingin berbagi dan menumbuhkan empati sosia, karena keberadaan imigrasi juga harus memberi dampak kemanusiaan" ungkapnya.
Imigrasi Madiun juga mengadakan kunjungan silahturahmi ke kediaman Mulyono dan Jayus yang merupakan purna bakti atau pensiunan imigrasi. Kegiatan ini bertujuan menjaga hubungan emosional dan menghargai jasa para pendahulu. "Kami ingin tetap menjalin ikatan kekeluargaan dengan para senior yang telah mengabdi bagi institusi imigrasi" tuturnya.
Seluruh pegawai Imigrasi Madiun juga dilibatkan dalam aksi donor darah. Kegiatan tersebut diikuti masyarakat umum. Aksi kemanusiaan itu menjadi bagian dari kontribusi nyata imigrasi bagi kesehatan sosial. “Donor darah ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk kepedulian kami terhadap sesama,” imbuh Arief.
Puncak peringatan ke-76 HBI ditandai dengan upacara yang digelar pada Senin (26/1) dan diikuti seluruh pegawai Imigrasi Madiun. Arief berharap rangkaian kegiatan tersebut membawa manfaat luas bagi masyarakat. “Seluruh kegiatan HBI ini kami dedikasikan untuk memperkuat kualitas pelayanan publik yang optimal dan berintegritas,” jelasnya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun, Arief Adi Prayogo yang sebelumnya bertugas di Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi menegaskan komitmennya mempertahankan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) yang telah diraih Imigrasi Madiun. “Predikat ini adalah amanah yang harus kami jaga dan terus kami tingkatkan dengan inovasi pelayanan,” tegasnya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun, Arief Adi Prayogo menargetkan Imigrasi Madiun semakin profesional dan adaptif, baik dalam pelayanan maupun pengawasan keimigrasian di wilayah kerja Kota dan Kabupaten Madiun, Magetan, serta Ngawi. Pihaknya juga menekankan pentingnya penguatan program Desa Binaan Imigrasi untuk mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM). “Program ini berawal dari Imigrasi Madiun dan kini menjadi program nasional, karena sangat efektif mencegah kejahatan keimigrasian sejak dari desa,” pungkas Arief. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-YUN/AS)

