NGAWI (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Pemkab Ngawi terus menghidupkan wacana pengembangan Kawasan Industri Ngawi yang telah tercantum dalam Peraturan Presiden Nomer 80 Tahun 2019. Hingga kini, proyek strategis tersebut masih berstatus on going dan terus dikawal melalui audiensi serta koordinasi intensif dengan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi (DPPTK) Ngawi, Kusumawati Nilam Sulandrianingrum, mengatakan langkah koordinasi ke kementrian terkait dilakukan untuk mempercepat realisasi kawasan industri tersebut. "Kami aktif audiensi dan koordinasi dengan pemerintah pusat." ujarnya (25/1/2026) lalu.
Menurut Kusumawati Nilam Sulandrianingrum, Kawasan Industri Ngawi juga telah masuk dalam Perpres 12/2025 tentang Rencana pembangunan Jangka Menengah Nasiona (RP JMN) 2025-2029. Masuknya kawasan industri ke dalam dokumen perencanaan nasional menjadi modal penting bagi percepatan realisasi. "Sudah masuk dalam rencana pembangunan nasional, kami akan kawal terus" tegasnya.
Kusumawati Nilam Sulandrianingrum, menjelaskan, Kawasan Industri Ngawi yang dikembangkan oleh PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) memiliki potensi pengembangan hingga 2.000 hektare. Saat ini, proses persiapan teknis masih berlangsung, dengan pengelolaan sementara yang telah diajukan untuk lahan seluas 800 hektare.
Minat investor terhadap kawasan tersebut disebut cukup tinggi. Bahkan, sejumlah investor asal Tiongkok tengah menjajaki relokasi industri ke Ngawi dengan potensi penggunaan lahan mencapai 400 hektare. "Bahkan, sudah ada yang melakukan MoU" ungkap Kusumawati Nilam Sulandrianingrum,. Salah satu investor yang telah menyatakan komitmen adalah Winmex Group Ltd, perusahaan asal Tiongkok yang bergerak di bidang produksi logam setengah jadi dan pengolahan skrap logam nonferrous.
Pada Maret tahun lalu, PT. SIER dan Winmex Group Ltd telah menandatangani nota kesepahaman langkah awal realisasi investasi di Kawasan Industri Ngawi. "itu menjadi langkah awal realisasi investasi" pungkas Kusumawati Nilam Sulandrianingrum. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-YUN/AS)

