Meski Ramadan, Vaksinasi PMK di Ngawi Tetap Jalan Targetkan 14 Ribu Sapi Tahap Pertama
NGAWI (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Ramadan tidak menghentikan upaya pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Ngawi. Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) setempat tetap menjalankan vaksinasi ternak guna mencegah lonjakan kasus.
Kepala DPP Ngawi, Eko Yudo Nurcahyono, mengatakan pihaknya baru menerima tambahan 14 ribu dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat. Seluruh dosis tersebut langsung didistribusikan ke 19 kecamatan. “Walaupun bulan puasa, kami tetap turun lapangan,” ujarnya kemarin (21/2/2026) lalu.
Kepala DPP Ngawi, Eko Yudo Nurcahyono, menyampaikan kondisi PMK di Ngawi saat ini relatif terkendali. Dalam beberapa waktu terakhir tidak ada laporan penambahan kasus baru. Data terakhir mencatat total 30 kasus yang tersebar di sejumlah kecamatan. “Biasanya memang setelah Januari lewat sudah tidak ada laporan tambahan,” jelasnya.
Populasi sapi di Ngawi diperkirakan mencapai 60 ribu hingga 66 ribu ekor. Pada tahap pertama, vaksinasi ditargetkan menjangkau 14 ribu ekor ternak. “Ini tahap awal. Biasanya setiap triwulan ada dropping vaksin lagi, tergantung kondisi,” katanya.
Kepala DPP Ngawi, Eko Yudo Nurcahyono, menegaskan keberhasilan pencegahan PMK membutuhkan partisipasi aktif peternak. Pemilik ternak diimbau rutin melakukan vaksinasi setiap enam bulan serta memastikan sapi yang dibeli telah divaksin. "Kami terus lakukan pencegahan agar PMK benar-benar nol di Ngawi." pungkasnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-YUN/AS)
