Tingkat Pengangguran di Kabupaten Madiun Tahun 2025 Turun 3,22 Persen
MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Upaya Pemkab Madiun menekan angka pengangguran mulai menunjukkan hasil. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2025 turun menjadi 3,22 persen dari sebelumnya 4,34 persen. Penurunan 1,12 persen tersebut setara dengan berkurangnya 4.575 orang pengangguran, dari 19.285 menjadi 14.710 orang. "Alhamdulillah TPT turun 1,12 persen. Jumlah penggangguran juga berkurang cukup signifikan," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (disnakerin) Kabupaten Madiun Arik Krisdianto.
Menurut Arik Krisdianto, capaian itu merupakan hasil kerja terpadu empat bidang di Disnakerin. Salah satunya melalui program penempatan tenaga kerja, seperti transmigrasi bagi masyarakat kurang mampu, fasilitasi lowongan kerja perusahaan, hingga penempatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). "Lowongan kerja kami bantu sosialisasikan dan proses rekrutmen difasilitasi. CPMI juga kami dampingi, termasuk pengelolaan keuangan bekerja sama dengan Bank Jatim," jelasnya.
Disnakerin juga memperkuat pelatihan berbasis kebutuhan industri. Setiap pelatihan diarahkan agar peserta langsung terserap dunia kerja. Pelatihan menjahit sepatu dan assembling sepatu digelar bekerja sama dengan perusahaan setempat. Selain itu, pelatihan memasak juga dilakukan dengan penyaluran kerja di SPPG. "Prinsipnya melatih sekaligus mencarikan pekerjaan," imbuhnya.
Job fair turut menjadi strategi efektif. Tahun lalu, sekitar 1.000 pencari kerja mengikuti kegiatan tersebut dan hampir 500 orang berhasil terserap perusahaan. Selain membuka lapangan kerja, Disnakerin memastikan hubungan industrial tetap kondusif. Pendampingan diberikan kepada pekerja yang mengalami persoalan ketenagakerjaan hingga hak-haknya terpenuhi. "Kami ingin pekerja sehat, produktivitas meningkat, dan hubungan industrial tetap harmonis," pungkasnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)
