Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

RSUD Dungus Gelar Edukasi Pertolongan Pertama Demi Keselamatan Pasien



MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dungus menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan. Salah satunya melalui penyuluhan bertajuk “Pertolongan Pertama Sebelum ke IGD” yang diselenggarakan di ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan (Irja) RSUD Dungus,  Selasa, 3 Februari 2026 lalu. 


Perawat Terampil RSUD Dungus, Ervan Prasetyo menyampaikan penyuluhan bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan sebelum pasien dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Terutama penanganan pasien dengan langkah awal yang tepat dan aman.


Ervan Prasetyo menjelaskan bahwa pertolongan pertama sebelum ke IGD memiliki peran penting dalam menyelamatkan nyawa pasien. “Pertolongan pertama yang dilakukan dengan benar dapat membantu menstabilkan kondisi pasien dan mencegah cedera yang lebih berat sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan di IGD,” ucapnya. Ervan Prasetyo menambahkan masyarakat perlu mengingat prinsip dasar dalam menghadapi kondisi darurat, yakni tetap tenang, memastikan keamanan diri dan lingkungan, serta melakukan pengecekan kesadaran dan pernapasan pasien. “Jangan panik. Pastikan lokasi aman, cek respons pasien, dan perhatikan pernapasannya. Langkah sederhana ini sangat menentukan tindakan selanjutnya,” ucapnya.


Beberapa kondisi kegawatdaruratan yang dibahas dalam penyuluhan ini meliputi penanganan awal pada kondisi pingsan, pendarahan dan sesak napas akut. Pembahasan juga meliputi penanganan terhadap pasien luka bakar, hingga nyeri dada yang mengarah pada serangan jantung. Ervan Prasetyo juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan tindakan berisiko, seperti mencabut benda yang menancap pada luka atau mengoleskan bahan tertentu pada luka bakar. Selain itu, disampaikan pula tanda-tanda kondisi gawat darurat yang mengharuskan pasien segera dibawa ke IGD, seperti sesak napas berat, tidak sadarkan diri lebih dari satu menit, nyeri dada hebat, pendarahan yang tidak berhenti, serta trauma berat akibat kecelakaan. “Jika kondisi sudah mengancam nyawa, masyarakat tidak perlu ragu untuk segera membawa pasien ke IGD. Dalam kondisi gawat darurat, pasien BPJS dapat langsung ditangani tanpa surat rujukan,” tambah Ervan.


Melalui kegiatan penyuluhan ini, Ervan Prasetyo berharap masyarakat semakin sigap, tepat, dan percaya diri dalam memberikan pertolongan pertama, serta memahami kapan harus segera mencari bantuan medis. Edukasi ini merupakan bagian dari upaya RSUD Dungus dalam meningkatkan keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh RRI Madiun. (KR-YUN/AS)


IKLAN

Recent-Post