
KOTA MADIUN (KR) Sebanyak 200 tukang becak di Kota Madiun mengikuti pelatihan pengoperasian becak listrik di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun, Kamis 5 Februari 2026. Pelatihan ini digelar sebelum para tukang becak menerima bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Pelatihan tersebut didampingi oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Para peserta dibekali pengetahuan mengenai pengoperasian becak listrik, mulai dari cara menyalakan, pengisian daya, hingga pengenalan fungsi komponen seperti rem, gas, dan lampu sein.
Selain menerima materi, para tukang becak juga melakukan praktik langsung mengendarai becak listrik. Sejumlah peserta tampak masih menyesuaikan diri saat pertama kali mencoba, namun antusiasme terlihat ketika satu per satu mulai menguasai cara menjalankannya.
Salah satu tukang becak asal Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Gendut Subagiyo, terlihat senang setelah menjajal becak listrik untuk pertama kalinya. Ia pun mengaku bersyukur dan terbantu dengan adanya becak listrik tersebut.
“Sangat bersyukur dan berterima kasih. Sebab selama ini memang kalau tidak dibantu ini (red.becak listrik) memang susah, apalagi tenaga sudah berkurang,” ucap Subagiyo.
Plt Kepala Dishub Kota Madiun, Agus Mursidi melalui Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub Kota Madiun, Gandung Triyanto, mengatakan seluruh peserta yang mengikuti pelatihan merupakan calon penerima manfaat yang akan menerima becak listrik pada 8 Februari 2026 di Pahlawan Business Centre (PBC) Kota Madiun. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan para penerima manfaat mampu mengoperasikan becak listrik dengan baik dan aman sebelum menerima bantuan secara resmi.
"Pertama adalah sosialisasi terkait dengan becak listrik, agar mereka tahu apa saja yang ada di dalam becak listrik itu. Kedua, terkait dengan pengoperasiannya, agar nanti mereka bisa aman, nyaman, dan selamat di jalan raya," ujar Gandung.
Sementara itu, Koordinator Yayasan GSN Jawa Timur sekaligus Koordinator Wilayah Daerah Becak Listrik Indonesia, Dimas Ramdhana Prasetya, menyampaikan bahwa becak listrik yang akan disalurkan berjumlah 200 unit.
"Jadi becaknya ini dari Presiden Prabowo Subianto, murni bukan pakai anggaran negara, bukan pakai anggaran daerah. Disalurkan melalui yayasannya beliau sendiri, Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional. Becak ini diberikan secara gratis tanpa ada pungutan biaya apapun. Sesuai dengan kriteria, pembecak aktif dan usianya 55 tahun ke atas," ujar Dimas.
Dimas menyampaikan melalui bantuan ini diharapkan dapat memotong rantai kemiskinan, memberikan aset kepada para tukang becak di usia tua, serta menambah penghasilan para tukang becak. Sebagaimana diberitakan RRI Madiun. (KR-FEB/AS)
