Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

BMKG Menghimbau Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Kab. Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Pacitan


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, secara umum cuaca dalam 3 hari kedepan 30 Maret hingga 1 April 2026 wilayah Madiun Raya masih didominasi hujan dengan kategori ringan hingga sedang. Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di Kabupaten Madiun, Magetan, Ponorogo, Ngawi dan Pacitan. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk, Setiyaris mengatakan, selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini. Meliputi wilayah Kabupaten Ngawi berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat. Kemudian hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dapat terjadi di Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo dan Pacitan. 


Sementara itu, Setiyaris mengingatkan, mempertimbangkan dinamika atmosfer tersebut masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi. "Mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, kami mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang,” ungkap Setiyaris, Senin, 30 Maret 2026 lalu.


Setiyaris menjelaskan, Kondosi cuaca Madiun Raya tersebut dipengaruhi oleh aliran angin dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan yang tergolong sedang hingga cukup kuat. Kemudian keberadaan sirkulasi siklonik di Samudera Hindia, terutama di wilayah barat Aceh dan barat daya Banten, memberikan pengaruh tidak langsung berupa tarikan massa udara yang berkontribusi terhadap terbentuknya zona konvergensi di sekitar Jawa Timur. Selain itu, aktivitas gelombang Equatorial Rossby yang sedang berpropagasi ke arah barat, serta didukung oleh kondisi labilitas atmosfer lokal yang cukup kuat, yang memperkuat dinamika pertumbuhan awan di wilayah Jawa timur. Kombinasi faktor-faktor tersebut mendukung peningkatan pembentukan awan konvektif, khususnya awan Cumulonimbus, yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama pada siang hingga sore hari. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh RRI Madiun. (KR-FEB/AS)

IKLAN

Recent-Post