Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

BPS Tunjukan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Madiun Capai 5,33 Persen Pada Tahun 2025


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Madiun pada 2025 mencapai 5,33 persen. Angka itu menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Bupati Madiun Hari Wuryanto menyebut capaian tersebut tidak lepas dari kondisi daerah yang relatif stabil sepanjang tahun lalu. “Alhamdulillah selama 2025 kemarin tidak ada hal-hal signifikan seperti bencana atau gagal panen, sehingga cukup membantu pertumbuhan ekonomi kita berjalan baik,” ungkapnya.


Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi Madiun terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024 tercatat 4,68 persen, naik menjadi 5,33 persen pada 2025. Capaian tersebut juga melampaui pertumbuhan sebelumnya sekaligus memperkuat kontribusi terhadap perekonomian Jawa Timur sebesar 0,81 persen. “Kami berkomitmen menjaga inflasi melalui TPID sehingga daya beli masyarakat tetap bagus,” imbuhnya.


Pertumbuhan terjadi di mayoritas sektor lapangan usaha. Di antaranya perdagangan sebesar 5,76 persen, pertanian 5,61 persen, dan industri pengolahan 5,38 persen. Sementara sektor konstruksi tumbuh lebih rendah di angka 3,15 persen. Dari sisi struktur ekonomi, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 25,85 persen. Disusul sektor perdagangan 17,79 persen serta industri pengolahan 14,89 persen. Sejumlah sektor jasa juga mencatat pertumbuhan tinggi. Jasa perusahaan tumbuh 8,47 persen, akomodasi dan makan minum 8,23 persen, serta jasa lainnya 8,21 persen. Selain itu, angka pengangguran juga turun menjadi 3,22 persen. Angka tersebut lebih rendah dibanding rata-rata provinsi. “Melalui pelatihan rutin BLK, setiap bulan 40 sampai 50 orang bisa terserap kerja,” jelasnya.


Indeks Pembangunan Manusia (IPM) turut meningkat dari 74,81 menjadi 75,47. Pemkab menilai arah kebijakan pembangunan sudah berada di jalur yang tepat. “Arah pembangunan kita sudah benar dan bisa menjadi landasan untuk menggerakkan sektor lainnya,” tegasnya.


Ke depan, penguatan kolaborasi lintas sektor akan terus didorong. Termasuk melalui forum Musrenbang untuk menyerap aspirasi masyarakat. “Kami tidak bisa berjalan sendiri, kolaborasi itu penting agar setiap persoalan bisa cepat diantisipasi,” pungkasnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)

IKLAN

Recent-Post