Dinkes Lakukan Inspeksi Kualitas Lingkungan Stasiun dan Terminal Madiun Menjelang Mudik Lebaran
MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Menjelang masa angkutan mudik dan balik pada Idulfitri 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur (Jatim) dan Dinkes Kota Madiun melakukan inspeksi kesehatan lingkungan di sejumlah fasilitas transportasi umum. Kegiatan tersebut dilakukan di Stasiun Kereta Api Kota Madiun dan Terminal Purboyo Kota Madiun, Selasa 10 Maret 2026 lalu.
Staf Kesehatan Lingkungan Dinkes Jatim Yenni Dwi Kurniawaty, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun menjelang arus mudik Lebaran. “kegiatan ini kurang lebih sama seperti yang dilakukan teman-teman setiap tahunnya. Kami melakukan inspeksi kesehatan lingkungan yang didalamnya ada pengukuran kualitas udara, air dan pangan,” ujar dia.
Di stasiun dan terminal tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah fasilitas, seperti tempat usaha makanan dan mengambil beberapa sampel makanan, toilet, ruang kesehatan, pemeriksaan APAR (alat pemadam api ringan), serta fasilitas lainnya. Selain itu pada dua dua lokasi itu, petugas juga melakukan pengukuran kualitas udara dan membawa sampel air.
Yenni Dwi Kurniawaty menjelaskan, di Terminal Purboyo terdapat 15 pelaku usaha pangan yang menjual makanan siap saji maupun kemasan. “Dari total pelaku usaha pangan itu, kami target di empat pelaku usaha siap saji saja, ini karena memang yang berpotensi adanya cemaran. Namun, apakah hasilnya positif atau negatif, nanti akan diproses di Dinkes dan Puskemas,” ujar dia.
Sementara itu, Yenni Dwi Kurniawaty menambahkan, alat yang digunakan saat inspeksi tersebut, hanya untuk pemeriksaan cepat. Sehingga hasilnya masih bersifat sementara. “Apabila nanti ditemukan ada indikasi yang tidak sesuai dengan standar, maka sampel akan dikonfirmasi kembali melalui pemeriksaan di laboratorium terakreditasi,” ucap dia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan cepat, kualitas udara di Terminal Purboyo masih memenuhi standar. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh jumlah bus yang tidak terlalu banyak serta ventilasi yang dinilai cukup baik. “Untuk kualitas udara dari hasil pemeriksaan cepat masih memenuhi standar. Namun untuk kualitas air masih harus dilakukan pengecekan lebih lanjut,” kata dia.
Menurut Yenni Dwi Kurniawaty, langkah ini penting dilakukan karena pada masa mudik masyarakat akan lebih banyak menggunakan transportasi umum seperti kereta api dan bus. “Ini agar pengguna fasilitas umum ini aman dan sehat, maka lokasi yang dikunjungi juga harus sehat dari segi lingkungan. Harapannya mereka keluar dari sini tidak sakit, dan tidak ada resiko-seriko sakit,” ucap dia.
Untuk hasil pemeriksaan nantinya akan disampaikan dalam bentuk rekomendasi kepada pengelola stasiun maupun terminal. “Rekomendasi memang kebali lagi ke kemampuan. Tindak lanjut bisa dilakukan saat itu, atau masih butuh proses. Kalau hal minior bisa diperbaiki saat itu juga, tapi kalau mayor pastinya butuh waktu,” ujar dia. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh RRI Madiun. (KR-FEB/AS)
