Dorong Penyerapan Tenaga Kerja, Bupati–Wabup Madiun Monitoring Pelatihan Las
MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi melakukan monitoring Pelatihan Kejuruan Las Listrik Gelombang I di Desa Geger, Kecamatan Geger, Selasa (28/4/2026) lalu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Madiun didampingi Asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Forkopimcam Geger, dan sejumlah kepala Desa meninjau proses pelatihan, Bupati dan Wakil Bupati juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan mess, musala, dan asrama instruktur.
Pimpinan Aclasindo Inti Persada, Suhendro, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan yang berlangsung saat ini merupakan angkatan ke-25 dan 26 untuk kompetensi pengelasan SMAW level 3G dan telah memasuki hari ke-26. “Dari peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 16 orang sudah terserap di industri, di antaranya di PT KBT Inka Multi Solusi, PT Mitra Bina Mandiri Makmur di Pasuruan, serta perusahaan di Surabaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, peserta lain yang belum terserap akan diarahkan ke sejumlah industri, termasuk galangan kapal di Surabaya dan perusahaan karoseri di Semarang. Selain itu, pihaknya menargetkan pembangunan fasilitas mess dapat selesai dan difungsikan pada September mendatang sebagai bagian dari dukungan program Kementerian Ketenagakerjaan.
Dalam kesempatan tersebut, Suhendro juga menjelaskan bahwa mulai tahun ini peserta pelatihan akan memperoleh tiga sertifikat sekaligus, yakni dari lembaga pelatihan, kolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun, serta sertifikasi tambahan bersama Dinas PUPR. “Sertifikasi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing peserta, baik di dalam negeri maupun sebagai pekerja migran,” jelasnya.
Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, dalam sambutannya menekankan pentingnya kompetensi dan sertifikasi dalam dunia kerja saat ini. Menurutnya, keberadaan lembaga pelatihan seperti Aclasindo menjadi sangat strategis dalam menyiapkan tenaga kerja profesional. “Untuk bisa bekerja, baik di dalam maupun luar negeri, syaratnya jelas: usia minimal, sehat jasmani rohani, dan yang terpenting memiliki kompetensi serta keterampilan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya administrasi kependudukan sebagai bagian dari sistem “Satu Data Indonesia”, serta mendorong masyarakat memanfaatkan program pelayanan administrasi berbasis desa yang telah diluncurkan pemerintah daerah.
Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto mengapresiasi kontribusi Aclasindo yang selama ini konsisten membantu pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja siap pakai dan bersertifikat. “Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan stakeholder seperti Aclasindo ini sangat penting untuk mengatasi pengangguran,” ujarnya.
Menurutnya, lulusan pelatihan Aclasindo terbukti memiliki kualitas yang diakui industri, sehingga banyak perusahaan yang secara aktif mencari tenaga kerja dari lembaga tersebut. Bupati juga menyebutkan, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Madiun mengalami penurunan signifikan, dari 4,33 persen menjadi 3,22 persen. Ke depan, Pemkab Madiun terus mendorong masuknya investor di berbagai sektor industri, seperti alas kaki, makanan, mainan, hingga plastik, guna membuka lebih banyak lapangan kerja lokal.
Ditemui usai acara, Bupati menegaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja bersertifikat terus meningkat, terutama di sektor konstruksi dan pengelasan. Ia berharap pembangunan fasilitas baru Aclasindo dapat meningkatkan kapasitas pelatihan. “Harapan kami, anak-anak Madiun tidak perlu bekerja jauh ke luar daerah. Kalau industrinya ada di sini dan SDM-nya siap, tentu ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Aclasindo Inti Persada merupakan lembaga pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi yang menyediakan berbagai program, seperti welding, teknik refrigerator, fitter welding, operator CNC, sandblast painting, hingga operator alat berat. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Madiun. (KR-FEB/AS)









