Pemkab Gelar Pelatihan CPMI di Kabupaten Madiun Tekankan Kompetensi dan Perlindungan
MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Dinar Berlian Mandiri, Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, menggelar pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), Selasa (28/4/2026) lalu.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Purnomo Hadi, didampingi asisten, kepala OPD terkait, Forkopimcam Dagangan,Kepala Desa Banjarsari Kulon, serta peserta pelatihan.
Pimpinan LPK Dinar Berlian Mandiri, Agus, melaporkan bahwa pelatihan diikuti 16 peserta yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Madiun. Mayoritas peserta berasal dari Kecamatan Kebonsari, Dolopo, Dagangan, Wungu, Kare, dan Gemarang. “Pelatihan ini sudah dimulai sejak 13 April lalu dan berjalan lancar. Kami berharap mampu mencetak tenaga migran yang profesional, terampil, dan sukses bekerja di luar negeri,” ujarnya.
Agus juga menyampaikan bahwa dirinya merupakan mantan pekerja migran sehingga berupaya menanamkan kedisiplinan kepada para peserta. Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah terus berlanjut agar pelatihan semakin optimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, mengungkapkan tingginya minat masyarakat untuk bekerja ke luar negeri. Pada 2025 tercatat sebanyak 1.731 warga bekerja di luar negeri, sedangkan periode Januari–April 2026 sudah mencapai 552 orang. “Karena animo masih tinggi, setiap tahun kami alokasikan anggaran untuk peningkatan SDM calon pekerja migran. Pelatihan ini berlangsung hingga 29 Mei mendatang,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan mental, keterampilan, serta pemahaman budaya negara tujuan seperti Hong Kong, Taiwan, Malaysia, dan Singapura. Selain itu, peserta diminta tetap menjaga kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan selama bekerja di luar negeri.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Purnomo Hadi menekankan bahwa pekerja migran merupakan “pejuang keluarga” yang harus memiliki kompetensi, kesehatan jasmani dan rohani, serta kelengkapan administrasi. Ia juga mengingatkan pentingnya kejujuran data dan legalitas dokumen, termasuk izin keluarga serta perlindungan melalui sistem resmi pemerintah. “Negara wajib melindungi pekerja migran, tetapi syaratnya harus dipenuhi secara benar,” tegasnya.
Selain itu, peserta diminta bekerja dengan sungguh-sungguh dan menjadikan pengalaman di luar negeri sebagai bekal meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi menekan angka pengangguran. Ia menyebut tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Madiun berhasil turun dari 4,32 persen menjadi 3,22 persen. “Pemerintah hadir memastikan pelatihan berjalan sesuai regulasi dan memberikan perlindungan bagi pekerja migran. Jangan sampai salah jalur atau menggunakan lembaga yang tidak resmi,” ujarnya.
Sementara itu, ia juga mendorong peserta untuk memanfaatkan kesempatan kerja di luar negeri sebagai langkah awal, namun tetap berorientasi kembali ke daerah untuk berwirausaha setelah memiliki modal dan keterampilan.
Bupati Madiun Hari Wuryanto berharap para pekerja migran memiliki keahlian yang mumpuni sehingga dapat bekerja dengan baik dan mendapat kepercayaan dari pemberi kerja. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi menekan angka pengangguran. Ia menyebut tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Madiun berhasil turun dari 4,32 persen menjadi 3,22 persen. “Pemerintah hadir memastikan pelatihan berjalan sesuai regulasi dan memberikan perlindungan bagi pekerja migran. Jangan sampai salah jalur atau menggunakan lembaga yang tidak resmi,” ujarnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Madiun. (KR-FEB/AS)







