Habis Biaya Uruk Rp 120 Juta, Kades di Ngawi Rogoh Dana Pribadi Bangun KDMP
NGAWI (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mulai memunculkan beban baru di tingkat desa. Sejumlah kepala desa (kades) disebut harus merogoh dana pribadi untuk menutup biaya pengurukan lahan.
Anggota DPR Budi Sulistyo atau Kanang mengaku menerima keluhan tersebut saat melakukan inspeksi ke sejumlah lokasi pembangunan. “Saya menerima keluhan tersebut saat melakukan inspeksi ke sejumlah lokasi KDMP,” ujarnya, Senin (27/4/2026) lalu.
Menurut dia, biaya pengurukan di beberapa titik bisa mencapai Rp 120 juta. Sementara dalam skema pembangunan KDMP, belum tersedia alokasi anggaran khusus untuk kebutuhan tersebut. Akibatnya, sejumlah kades berinisiatif menggunakan dana pribadi agar proyek tidak terhenti. “Belum ada mekanisme penggantian biaya tersebut. Apakah bisa ditanggung melalui dana desa atau skema lain, ini yang perlu kejelasan,” terangnya.
Selain persoalan anggaran, penggunaan lahan juga menjadi sorotan. Banyak desa terpaksa memanfaatkan sawah atau lahan basah karena keterbatasan lahan kering. Kondisi itu dinilai berpotensi mengurangi luas lahan pertanian produktif, di tengah upaya menjaga ketahanan pangan. “Kami minta ada evaluasi terkait skema pembangunan KDMP,” tegas politikus PDI Perjuangan tersebut. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)
