Peringati Hari Kartini, KAI Daop 7 Madiun Sosialisasikan Keselamatan Perlintasan dengan Kebaya
MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menggelar sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang dengan cara berbeda, Rabu (22/4/2026). Dalam kegiatan yang berlangsung di JPL 138, Jalan Yos Sudarso, para peserta perempuan mengenakan kebaya untuk memperingati Hari Kartini.
TOHARI mengatakan, pendekatan tersebut dilakukan untuk menarik perhatian masyarakat sekaligus menyampaikan pesan keselamatan secara lebih dekat. “Aksi ini bertepatan dengan momentum Hari Kartini. Semangat Kartini kami bawa untuk mengingatkan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
EDUKASI kepada pengguna jalan dilakukan agar lebih disiplin saat melintas di perlintasan sebidang, termasuk mengutamakan perjalanan kereta api. KAI juga kembali mengingatkan slogan “BERTEMAN” (Berhenti, Tengok kanan-kiri, Aman, dan Jalan) sebagai pedoman keselamatan.
DATA KAI Daop 7 Madiun mencatat terdapat 216 titik perlintasan sebidang di wilayahnya, terdiri dari 213 perlintasan resmi dan tiga perlintasan tidak resmi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 titik masih belum memiliki penjagaan.
PENJAGAAN perlintasan tersebar di berbagai pihak, yakni 95 titik oleh pemerintah daerah atau dinas perhubungan, 31 titik oleh unit jalan dan jembatan KAI, 45 titik oleh unit operasi KAI, serta 20 titik oleh swadaya masyarakat.
INSIDEN di perlintasan masih menjadi perhatian. Sepanjang 2025, tercatat 24 kejadian di perlintasan sebidang maupun jalur kereta api. Sementara hingga April 2026, telah terjadi sembilan kejadian yang sebagian dipicu kelalaian pengguna jalan.
TOHARI menegaskan bahwa jalur kereta api merupakan area terbatas yang dilindungi undang-undang. Pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
HARAPAN KAI Daop 7 Madiun, melalui sosialisasi ini, kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di perlintasan sebidang terus meningkat sehingga dapat menekan angka kecelakaan di wilayah operasionalnya. (KR - Agung Marsudi)




