Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Cegah Salah Sembelih Hewan Kurban, 150 Jagal di Madiun Ikuti Pelatihan Penyembelihan Halal


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, ratusan jagal di Madiun mendapat pelatihan penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam. Pelatihan tersebut digelar DPW Juru Sembelih Halal Indonesia Jawa Timur guna meningkatkan kemampuan jagal sekaligus meminimalkan kesalahan saat proses penyembelihan.


Ketua DPW Juleha Indonesia Jatim Imam Fauzi mengatakan proses penyembelihan hewan kurban tidak boleh dilakukan sembarangan karena berkaitan langsung dengan ketentuan syariat. “Kadang secara syar’i tidak bisa berdoa, atau tidak mengucapkan Bismillah, itu kan fatal. Kasihan pengkurbannya,” ujarnya usai pelatihan di Pendopo Muda Graha, kemarin (10/5/2026).


Menurut dia, masih banyak masjid menggunakan jasa jagal yang belum pernah mengikuti pelatihan penyembelihan halal. Padahal, kesalahan saat penyembelihan dapat berdampak pada keabsahan hewan kurban.


Imam Fauzi  menjelaskan, jumlah masjid di Kabupaten Madiun mencapai lebih dari 3 ribu. Jika setiap masjid menyembelih lima hingga tujuh ekor hewan kurban, potensi kesalahan dinilai cukup besar apabila proses penyembelihan tidak dilakukan sesuai standar. Karena itu, peserta pelatihan dibekali materi mulai teknik penyembelihan, pengulitan, hingga manajemen pembagian daging kurban. “Manajemen kurban itu harus dilakukan dengan baik. Semua teknik kami ajarkan,” katanya.


Dalam pelatihan tersebut, peserta juga dikenalkan dengan SPMBHKI atau Standar Penyembelihan Hewan Kurban Masjid Seluruh Indonesia. Standar nasional itu disiapkan sebagai pedoman penyembelihan hewan kurban yang sesuai syariat, higienis, dan memenuhi standar kesehatan. “Kami membuat panduan agar proses penyembelihan benar secara syariat, higienis, dan sesuai standar kesehatan,” tambahnya.


Kegiatan itu sekaligus dirangkai dengan pelantikan DPD Juleha Indonesia Kabupaten Madiun. Pelatihan tingkat kabupaten tersebut menjadi yang pertama digelar secara besar di Kabupaten Madiun. Sebanyak 150 peserta dari berbagai kecamatan dan desa mengikuti kegiatan tersebut. Namun jumlah itu dinilai masih belum mencakup seluruh wilayah di Kabupaten Madiun yang memiliki 206 desa dan kelurahan di 15 kecamatan. “Artinya masih ada beberapa wilayah yang belum mengikuti, itu menjadi PR kami,” pungkasnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)

IKLAN

Recent-Post