IRPIP Rp97 Juta Dorong Ketahanan Air Pertanian, Kelompok Tani Sugih Waras Banyukambang Mulai Benahi Irigasi
MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Program Irigasi Perpipaan (IRPIP) mulai membawa angin segar bagi petani di Desa Banyukambang Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun. Kelompok Tani Sugih Waras mendapatkan dukungan anggaran sebesar Rp97 juta untuk pembangunan jaringan irigasi perpipaan yang diharapkan mampu mengatasi persoalan distribusi air menuju lahan pertanian masyarakat.
Program tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Pasalnya, selama ini persoalan air menjadi salah satu kendala yang cukup menghambat aktivitas pertanian. Melalui sistem perpipaan, air dari sumber pengairan dapat dialirkan secara lebih terarah hingga menuju persawahan petani.
Selain membantu memastikan ketersediaan air, penggunaan jaringan perpipaan juga dinilai memberikan manfaat dalam mengurangi potensi kehilangan air akibat rembesan ke dalam tanah. Kondisi tersebut membuat aliran air dapat lebih optimal menjangkau lahan yang membutuhkan, tanpa menimbulkan persoalan distribusi air antarlahan sawah.
Pengerjaan program IRPIP tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat sekitar. Keterlibatan langsung petani dan masyarakat dalam pembangunan diharapkan tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki sehingga jaringan irigasi dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Ketua Kelompok Tani Sugih Waras, Agus Wito, mengatakan pekerjaan saat ini baru mencapai sekitar 10 persen. Pelaksanaan pembangunan harus menyesuaikan dengan kondisi lahan pertanian karena sebagian sawah masyarakat baru memasuki masa panen. “Pekerjaan baru sekitar 10 persen. Kami masih menunggu sawah selesai panen karena pengerjaan jaringan irigasi harus menyesuaikan kondisi lahan,” kata Agus Wito kepada media.
Menurutnya, masyarakat sangat menyambut baik program tersebut karena keberadaan jaringan perpipaan diharapkan mampu memberikan solusi terhadap persoalan air yang selama ini dihadapi petani. Setelah pembangunan selesai, petani diharapkan dapat menikmati aliran air hingga ke lahan sawah dengan sistem yang lebih efektif dan efisien.
Program IRPIP ini sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di tingkat desa. Dengan pengelolaan yang baik serta dukungan partisipasi masyarakat, pembangunan jaringan irigasi bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan kesejahteraan petani. (KR - Saiful Arif)


