Bupati Madiun Tekankan Prioritas Pembangunan di Tengah Berkurangnya Dana Desa
MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Bupati Madiun Hari Wuryanto menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun dalam rangka penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026, Senin (31/8/2026) lalu, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Madiun,Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, Camat se-Kabupaten Madiun, Direktur BUMD dan RSUD, tenaga ahli fraksi DPRD dan undangan lainnya.
Dalam rapat tersebut, disampaikan pendapatan transfer dari pemerintah pusat mengalami penurunan sebesar Rp97,18 miliar. Penurunan tersebut terdiri dari Dana Desa sebesar Rp98,46 miliar atau 66 persen dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp1,73 miliar. Sementara itu, pendapatan transfer antar daerah mengalami kenaikan sebesar Rp44,23 miliar.
Menanggapi penurunan transfer tersebut, Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dan mendorong adanya penentuan skala prioritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Dari pusat yang menentukan transfer kan pusat, kita nderek (mengikut) saja. Kebetulan pengurangan ada di transfer Dana Desa. Jadi ini menjadi perhatian kita, menjadi komitmen kita, kita harus lebih mengutamakan skala prioritas untuk bisa memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.” ungkapnya.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah infrastruktur jalan. Dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026, total belanja jalan mencapai Rp89,05 miliar. Pemkab Madiun menargetkan pelaksanaan pekerjaan infrastruktur tersebut dapat diselesaikan hingga akhir tahun.
Sementara itu, untuk menyikapi penurunan Dana Desa, pemerintah daerah akan menyampaikan program-program skala prioritas kepada seluruh desa. Pemerintah desa juga didorong melakukan inovasi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar dengan anggaran yang tersedia tetap mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Dengan adanya pengurangan ini memang kita harus berinovasi bagaimana bisa memberikan layanan terbaik. Sehingga kita salah satunya adalah peningkatan kapasitas daripada aparat desa kita. Makanya kita berikan pengetahuan kepada mereka, kita tingkatkan kualitasnya supaya mereka bisa betul-betul mitigasi daripada kebutuhan masyarakat”, tegas Bupati. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Madiun. (KR-YUN/AS)

