Lereng Gunung Wilis Jadi Kantong Baru Kentang Madiun, Luas Tanam Tembus 21 Hektare
MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Lereng Gunung Wilis di Kecamatan Kare mulai menjadi kantong baru budidaya kentang di Kabupaten Madiun. Luas tanam komoditas hortikultura tersebut kini mencapai sekitar 21 hektare dan ditargetkan kembali bertambah tahun depan. Perkembangan budidaya kentang di Kare berlangsung cukup pesat dalam dua tahun terakhir, terutama sepanjang 2026. Selain kondisi lahan yang mendukung, kepastian pasar ikut membuat petani tertarik mengembangkan komoditas tersebut.
Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian Co Working Space (CWS) Kabupaten Madiun Agung Setyo Nugroho menilai potensi pengembangan kentang di lereng Gunung Wilis masih terbuka lebar. ’’Kalau kita bicara kentang untuk prospek saat ini luar biasa. Kita punya target tahun depan luasannya lebih dari tahun ini,’’ ujarnya, Rabu (9/9/2026) lalu.
Saat ini, sekitar 15 petani terlibat dalam budidaya kentang. Mereka tidak hanya mendapatkan pendampingan teknis, tetapi juga kepastian penyerapan hasil panen melalui kemitraan dengan offtaker. Kentang dengan kualitas sesuai standar dapat terserap dengan harga kontrak sekitar Rp9 ribu per kilogram. Skema tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang prospek pengembangan komoditas tersebut.
Namun, menanam kentang di kawasan Kare bukan tanpa tantangan. Ketersediaan air menjadi persoalan terutama ketika budidaya dilakukan saat musim kemarau. Kebutuhan air tanaman yang cukup tinggi berhadapan dengan debit sumber irigasi yang cenderung menurun.
Selain itu, serangan thrips dan jamur turut menjadi kendala dalam menjaga pertumbuhan tanaman. ’’Di musim kemarau ini memang banyak kendala, terutama terkait irigasi. Debit air berkurang, kemudian thrips dan jamur juga menjadi kendala pertumbuhan kentang,’’ terang Agung.
Karena itu, teknik budidaya menjadi penentu produktivitas. Pengolahan lahan, pemupukan berimbang, pemberian nutrisi hingga pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan tepat sesuai kebutuhan tanaman. Target produksi kentang dipatok minimal 20 ton per hektare.
Namun, Agung menyebut potensi produktivitas tanaman kentang di Kare dapat mencapai 25 hingga 30 ton per hektare apabila budidaya berlangsung optimal. ’’Kunci agar maksimal itu dari awal, mulai olah lahan, pemupukan, nutrisi, sampai pemberian pestisida tepat waktu,’’ pungkasnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)
