Serapan Jagung Petani Madiun Tembus 4.756 Ton, Bulog Genjot hingga Akhir Tahun
MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Penyerapan jagung petani di Kabupaten Madiun terus digenjot. Hingga akhir Agustus 2026, Bulog Madiun telah menyerap 4.756 ton atau 47,06 persen dari target tahunan sebanyak 10.105 ton. Dengan capaian tersebut, masih sekitar 5.349 ton jagung yang perlu diserap untuk memenuhi target hingga akhir tahun.
Bulog terus melakukan pemantauan sekaligus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen. ’’Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak polres di lapangan agar hasil panen petani bisa terserap,’’ kata Pimpinan Cabang Bulog Madiun Agung Sarianto, Rabu (2/9/2026) lalu.
Agung menjelaskan, harga pembelian pemerintah (HPP) jagung ditetapkan Rp 5.500 per kilogram untuk jagung dengan kadar air 18–20 persen. Sedangkan jagung kering dengan kadar air 14 persen dibeli Rp 6.400 per kilogram. HPP jagung tersebut menjadi instrumen perlindungan harga agar nilai jual hasil panen di tingkat petani tetap terjaga. Sementara itu, harga jagung di tingkat perusahaan pakan saat ini berada di kisaran Rp 6.900 hingga Rp 7.000 per kilogram.
Menurut Agung, harga tersebut tidak terlepas dari panen jagung yang belum merata dan hanya berlangsung di sejumlah wilayah.’’Untuk di tingkat perusahaan pakan ini memang harga jagung kisaran Rp 6.900 sampai Rp 7 ribu, karena untuk panen sendiri jagung tidak banyak atau hanya di spot-spot tertentu. Maka HPP ini memberikan jaminan harga sekaligus menjaga semangat petani untuk terus berproduksi,’’ terang Agung.
Seluruh hasil penyerapan jagung petani oleh Bulog Madiun juga telah disalurkan melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) jagung. Komoditas tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan peternak di sejumlah wilayah Jawa Timur, seperti Ngawi, Ponorogo, dan Blitar. Bulog memastikan kapasitas gudang masih mencukupi untuk menyimpan stok saat ini sekaligus menampung hasil serapan berikutnya. ’’Kapasitas gudang masih memadai, baik untuk stok sekarang maupun hasil penyerapan selanjutnya,’’ tandasnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)
