Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Bupati Sijunjung Kunjungi Madiun, Gali Strategi Pembiayaan Penerangan Jalan Lewat KPBU


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Pemerintah Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, melakukan studi tiru ke Pemerintah Kabupaten Madiun untuk mempelajari implementasi Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) pada penyediaan Alat Penerangan Jalan (APJ). Kunjungan yang dipimpin Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir tersebut diterima Bupati Madiun Hari Wuryanto di Ruang Gambar Pendopo Muda Graha, Senin (19/10/2026) lalu. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Sijunjung, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun dan PT. Tri Tunggal Madiun Terang.




Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir menyampaikan, Kabupaten Madiun dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dinilai berhasil menerapkan skema KPBU untuk memenuhi kebutuhan penerangan jalan. Pihaknya berharap pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Sijunjung dalam merealisasikan program serupa.



Menurut Benny, keterbatasan kemampuan fiskal daerah menuntut pemerintah untuk terus berinovasi agar pembangunan tetap berjalan tanpa terlalu membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Melalui KPBU, pihaknya ingin mempelajari tahapan perencanaan, mekanisme pembiayaan, hingga pelaksanaan kerja sama dengan badan usaha. “Kami ingin belajar bagaimana KPBU ini bisa berjalan dengan baik. Apa yang sudah dilakukan Kabupaten Madiun akan kami pelajari dan kembangkan di Kabupaten Sijunjung, sehingga pembangunan tetap bisa berjalan meskipun kemampuan APBD terbatas,” ujarnya.


Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto memaparkan bahwa implementasi KPBU untuk penyediaan APJ di Kabupaten Madiun melalui proses panjang sejak tahap perencanaan hingga akhirnya beroperasi pada 2023. Program tersebut menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan penerangan jalan sekaligus mengoptimalkan penggunaan anggaran daerah.


Hari Wuryanto menjelaskan, kerja sama tersebut dilatarbelakangi kebutuhan penerangan jalan yang besar, sementara kemampuan pembiayaan pemerintah daerah terbatas. Melalui skema KPBU, Kabupaten Madiun dapat menghadirkan 7.459 titik penerangan jalan.



Bupati menegaskan, keberhasilan KPBU tidak hanya bergantung pada perhitungan finansial, tetapi juga pada komitmen bersama antara pihak eksekutif dan legislatif. Menurutnya, landasan hukum berupa peraturan daerah (perda) sangat penting karena masa kerja sama dapat melampaui masa jabatan kepala daerah. “Yang paling penting adalah komitmen antara pimpinan eksekutif dan legislatif. Jika sudah ada kesepahaman dan dituangkan dalam perda, keberlanjutan program akan lebih terjamin. Jangan sampai masyarakat yang dirugikan karena kerja sama ini melewati masa jabatan kepala daerah,” tegasnya.


Selain meningkatkan kualitas penerangan jalan, penerapan KPBU juga memberikan sejumlah manfaat bagi Kabupaten Madiun. Di antaranya mengurangi keluhan masyarakat, meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat pada malam hari.


Penerangan jalan yang lebih baik turut memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperpanjang jam operasional. Warung, angkringan, dan berbagai usaha di sepanjang jalan yang telah dilengkapi penerangan kini dapat beraktivitas hingga malam hari. Kondisi tersebut diharapkan ikut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.


Dari sisi efisiensi, pemerintah daerah juga mencatat penghematan biaya listrik penerangan jalan setelah dilakukan penataan titik lampu dan penggunaan teknologi lampu LED yang lebih hemat energi. Berdasarkan pemaparan dalam kegiatan tersebut, efisiensi pembayaran listrik mencapai sekitar 50 persen dibandingkan kondisi sebelumnya.



Hari Wuryanto menambahkan, Pemkab Madiun juga tengah mengkaji penerapan skema pembiayaan serupa untuk pembangunan dan peningkatan kualitas jalan. Saat ini, tingkat kemantapan jalan Kabupaten Madiun disebut mencapai 72,8 persen. Melalui inovasi pembiayaan infrastruktur, pemerintah daerah berharap angka tersebut dapat meningkat hingga 84 persen.



Ia berharap kunjungan Pemerintah Kabupaten Sijunjung tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi berlanjut menjadi kerja sama antardaerah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan studi tiru diakhiri dengan penyerahan cendera mata dari Pemerintah Kabupaten Madiun kepada Pemerintah Kabupaten Sijunjung dan sebaliknya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Madiun. (KR-FEB/AS)

IKLAN

Recent-Post